Hubungi Kami
Palestina Terkini

Gaza hingga Sudan Hadapi Risiko Krisis Ketahanan Pangan yang Lebih Parah

18 Jun 2026 0 Suka
Gaza hingga Sudan Hadapi Risiko Krisis Ketahanan Pangan yang Lebih Parah
Program Pangan Dunia PBB (WFP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dalam laporan terbaru Hunger Hotspots kembali memperingatkan bahwa krisis ketahanan pangan akut diperkirakan akan semakin memburuk di sejumlah negara Arab dan Muslim dalam beberapa bulan mendatang. Palestina, Sudan, dan Yaman termasuk di antara wilayah yang dinilai menghadapi risiko tertinggi akibat konflik berkepanjangan, gangguan ekonomi, serta terbatasnya akses bantuan kemanusiaan. Laporan yang dirilis pada 2026 tersebut mengidentifikasi sejumlah kawasan yang membutuhkan perhatian mendesak karena jutaan penduduk berada dalam kondisi rawan pangan akut. WFP dan FAO mencatat bahwa konflik bersenjata masih menjadi faktor utama yang menghambat produksi pangan, distribusi bantuan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, perpindahan penduduk dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur memperburuk kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Di Palestina, khususnya Jalur Gaza, badan-badan PBB melaporkan bahwa sebagian besar penduduk masih bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Kerusakan lahan pertanian, terganggunya rantai pasokan, serta keterbatasan akses pangan telah menyebabkan meningkatnya kerawanan pangan. Sementara di Sudan, konflik yang berlangsung sejak 2023 telah memicu salah satu krisis pengungsian terbesar di dunia. Adapun di Yaman, lebih dari satu dekade konflik terus berdampak pada kemampuan masyarakat memperoleh makanan dan layanan dasar. Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, menegaskan bahwa dunia tidak boleh menunggu hingga kelaparan mencapai tingkat yang lebih parah sebelum bertindak. “Peringatan dalam laporan ini tidak dapat diabaikan,” kata Carl dikutip dari laman resmi Wfp.org, Rabu (17/6/2026). Senada dengan itu, FAO menekankan pentingnya dukungan internasional untuk menjaga keberlangsungan sistem pangan dan membantu masyarakat yang paling rentan. Di tengah situasi tersebut, berbagai lembaga kemanusiaan terus berupaya menghadirkan bantuan bagi warga terdampak. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gaza (MBG) yang digulirkan Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI). Program ini difokuskan pada penyediaan makanan bergizi bagi keluarga pengungsi, anak-anak, dan kelompok rentan di Gaza yang menghadapi keterbatasan akses pangan. Peringatan Hunger Hotspots menjadi pengingat bahwa jutaan warga di Palestina, termasuk Sudan dan Yaman masih membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat internasional. Dukungan terhadap program-program kemanusiaan, termasuk MBG, menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu warga Palestina terhindar dari kelaparan dan memperoleh akses terhadap makanan yang layak, aman, dan bergizi di tengah krisis yang masih berlangsung. (nun/avi)

Berita Terkait

Palestina Desak Dunia Bertindak Setelah Israel Cabut Perjanjian Hebron 1997
Palestina Terkini

Palestina Desak Dunia Bertindak Setelah Israel Cabut Perjanjian Hebron 1997

Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, menyerukan tindakan nyata dari komunitas in...

17 Jun 2026
0
Baca Selengkapnya
Kementerian Kesehatan Gaza Catat Lebih dari 73 Ribu Warga Palestina Tewas
Palestina Terkini

Kementerian Kesehatan Gaza Catat Lebih dari 73 Ribu Warga Palestina Tewas

Jumlah warga Palestina yang tewas sejak dimulainya invasi militer Israel ke Jalur Gaza pada Oktober ...

16 Jun 2026
0
Baca Selengkapnya
Menolak Lupa Tragedi Deir Yassin dan Jejak Pengusiran Rakyat Palestina dari Tanah Airnya
Palestina Terkini

Menolak Lupa Tragedi Deir Yassin dan Jejak Pengusiran Rakyat Palestina dari Tanah Airnya

Pada pagi dini hari 9 April 1948, desa Palestina Deir Yassin yang terletak di sebelah barat Yerusale...

14 Jun 2026
0
Baca Selengkapnya