Kementerian Kesehatan Gaza Catat Lebih dari 73 Ribu Warga Palestina Tewas
16 Jun 2026
0 Suka
Jumlah warga Palestina yang tewas sejak dimulainya invasi militer Israel ke Jalur Gaza pada Oktober 2023 dilaporkan telah mencapai 73.001 orang hingga Ahad (14/6/2026) waktu setempat. Angka tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Departemen Pencatatan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Zaher Al-Waheidi, bersama Departemen Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Gaza yang diwakili Hamza Salem.
Data terbaru itu menambah panjang daftar korban dari pendudukan yang telah berlangsung lebih dari dua tahun setengah. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa proses pendataan dilakukan secara berkelanjutan melalui rumah sakit, fasilitas kesehatan, laporan keluarga korban, serta verifikasi identitas yang dilakukan oleh tim pencatatan resmi.
Dalam keterangannya yang dikutip dari AP, Zaher Al-Waheidi menyebut bahwa jumlah korban terus bertambah seiring berlanjutnya serangan di berbagai wilayah Gaza. Sementara itu, Hamza Salem menjelaskan bahwa ribuan korban lainnya masih mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan dan sebagian memerlukan perawatan jangka panjang akibat cedera yang mereka alami selama konflik.
Perang di Gaza pecah setelah serangan perlawanan rakyat Palestina ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 yang kemudian direspons dengan operasi militer besar-besaran oleh Israel di Jalur Gaza. Sejak saat itu, wilayah yang dihuni lebih dari dua juta penduduk tersebut mengalami gelombang serangan udara, operasi darat, pengungsian massal, serta kerusakan luas pada infrastruktur sipil.
Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Gaza telah mengalami perpindahan tempat tinggal berulang kali. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) juga melaporkan kerusakan berat pada rumah sakit, sekolah, jaringan air bersih, dan fasilitas publik lainnya yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sipil.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berulang kali memperingatkan memburuknya kondisi layanan kesehatan di Gaza akibat tingginya jumlah korban, keterbatasan pasokan obat-obatan, serta kerusakan fasilitas medis. Berbagai badan PBB juga mencatat meningkatnya risiko kelaparan dan malnutrisi di sejumlah wilayah Gaza akibat terganggunya distribusi bantuan dan pasokan pangan.
Di tengah terus bertambahnya korban jiwa, berbagai negara, organisasi kemanusiaan, dan lembaga internasional kembali menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.
Dukungan terhadap rakyat Palestina melalui bantuan kemanusiaan, advokasi diplomatik, dan upaya perdamaian yang berkeadilan terus menjadi bagian dari ikhtiar global untuk mengakhiri penderitaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan membuka jalan bagi terwujudnya kehidupan yang aman, bermartabat, dan bebas dari pendudukan. (nun/avi)