Penahanan Massal Warga Sipil Palestina Terus Bertambah di Pendudukan Gaza
20 Apr 2026
0 Suka
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan bahwa penahanan terhadap perempuan Palestina telah mencapai sekitar 700 kasus sejak Oktober 2023, termasuk perempuan yang ditahan dari wilayah Israel, Gaza, dan Tepi Barat. Dalam laporan yang dirilis Ahad (19/4/2026) seperti dikutip dari kantor berita WAFA, organisasi tersebut juga mencatat bahwa penahanan terhadap anak-anak mencapai sekitar 1.800 kasus dalam periode yang sama.
Secara keseluruhan, PPS menyebut lebih dari 23.000 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, telah ditangkap oleh pasukan Israel sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Angka tersebut mencakup warga yang masih ditahan maupun mereka yang telah dibebaskan.
Menurut laporan itu, penangkapan dilakukan dalam berbagai situasi, termasuk dari rumah warga, pos pemeriksaan militer, penyerahan diri di bawah tekanan, hingga kasus penyanderaan. PPS menyatakan operasi penahanan berlangsung di berbagai wilayah Palestina yang diduduki.
Laporan tersebut juga menyoroti penahanan terhadap pekerja media. Lebih dari 240 jurnalis dilaporkan telah ditangkap sejak awal perang, dengan 43 orang di antaranya masih berada dalam tahanan, termasuk tiga jurnalis perempuan. PPS menyebut jurnalis asal Nablus, Marwan Harzallah, meninggal dunia saat berada dalam tahanan Israel.
Reuters dan Al Jazeera dalam laporan terpisah sebelumnya juga menyoroti peningkatan penahanan administratif terhadap warga Palestina, termasuk anak-anak. Sementara itu, sejumlah media Indonesia seperti ANTARA turut melaporkan kekhawatiran organisasi hak asasi manusia terkait meningkatnya jumlah tahanan di tengah konflik yang masih berlangsung.
PPS menyatakan operasi penangkapan sering disertai tindakan lain seperti pemukulan, intimidasi terhadap keluarga tahanan, penggeledahan rumah, penyitaan kendaraan, uang, serta perhiasan. Organisasi itu juga melaporkan kerusakan infrastruktur di sejumlah kamp pengungsi, terutama di Jenin dan Tulkarm.
Dalam beberapa kasus, PPS menyebut operasi penangkapan juga disertai interogasi lapangan intensif dan insiden yang menyebabkan korban jiwa di kalangan keluarga tahanan. (nun/avi)