Mau Kuasai Palestina, Israel Jalankan Rencana Pemindahan 6.000 Warga India hingga 2030
28 Apr 2026
0 Suka
Sebanyak sekitar 240 warga India dari negara bagian Manipur dan Mizoram dilaporkan tiba di Israel pada Kamis, 23 April 2026, sebagai bagian dari program relokasi yang lebih luas yang ditargetkan membawa ribuan pendatang baru ke wilayah yang dikendalikan Israel.
Kedatangan kelompok tersebut dilaporkan sejumlah media internasional dan menjadi tahap awal dari rencana pemerintah Israel untuk memindahkan lebih banyak anggota komunitas Bnei Menashe dalam beberapa tahun mendatang.
Laporan AFP yang dikutip TRT World menyebut rombongan tersebut mendarat di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv dan disambut pejabat pemerintah Israel. Mereka merupakan kelompok pertama dari komunitas Bnei Menashe yang tiba sejak pemerintah Israel pada November lalu menyetujui pendanaan relokasi terhadap sekitar 6.000 anggota komunitas tersebut yang masih tinggal di India timur laut.
Komunitas Bnei Menashe berasal dari wilayah Manipur dan Mizoram dan mengklaim memiliki hubungan genealogis dengan salah satu “suku yang hilang” dalam tradisi Israel kuno.
Menteri Imigrasi dan Integrasi Israel, Ofir Sofer, yang hadir dalam penyambutan di bandara menyebut kedatangan itu sebagai awal dari gelombang berikutnya. “Ini adalah awal dari operasi yang akan memungkinkan seluruh komunitas bermigrasi, sekitar 1.200 orang per tahun,” kata Sofer sebagaimana dikutip AFP.
The Jerusalem Post, yang dikutip Middle East Monitor, melaporkan bahwa sekitar 600 orang dijadwalkan tiba dalam tiga gelombang kedatangan pada tahap awal. Dalam rencana jangka panjang, sekitar 1.200 orang tambahan diproyeksikan tiba hingga akhir 2026, sementara relokasi sekitar 6.000 anggota komunitas ditargetkan rampung pada 2030.
Pemerintah Israel menyatakan para pendatang baru tersebut akan ditempatkan di wilayah utara Israel sebelum menjalani proses konversi formal ke agama Yahudi yang menjadi syarat memperoleh kewarganegaraan berdasarkan Law of Return. Sebagian anggota komunitas Bnei Menashe yang datang pada gelombang sebelumnya diketahui telah menetap di sejumlah wilayah, termasuk permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Data yang dikutip TRT World menyebut lebih dari 4.000 anggota komunitas Bnei Menashe telah berpindah ke Israel sejak dekade 1990-an, sementara ribuan lainnya masih berada di India timur laut. Pada saat yang sama, media Israel juga melaporkan peningkatan migrasi keluar warga Israel dalam dua tahun terakhir. Sekitar 82.000 warga Israel meninggalkan negara itu pada 2024, disusul lebih dari 69.000 orang pada 2025.
Kedatangan ratusan warga India ini berlangsung di tengah konflik berkepanjangan di Palestina yang terus menarik perhatian internasional, sementara proses relokasi baru terus berjalan sesuai agenda pemerintah Israel. (nun/avi)