Tentara Pendudukan Bom Rumah Warga Sebabkan Ibu Hamil Tewas
17 Mar 2026
0 Suka
Serangan udara Israel kembali menelan korban jiwa di Jalur Gaza setelah sebuah rumah warga sipil dibom, menewaskan empat orang termasuk seorang perempuan yang sedang hamil. Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih tidak stabil meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya.
Menurut keterangan yang disampaikan juru bicara Hamas, Hazem Qassem, serangan tersebut menghantam rumah yang digunakan sebagai tempat berlindung oleh satu keluarga.
Ia menyebut peristiwa itu sebagai “pembantaian mengerikan” terhadap warga sipil. Ledakan yang terjadi menyebabkan bangunan hancur dan menewaskan seluruh penghuni yang berada di dalamnya, termasuk seorang perempuan yang tengah mengandung.
Seorang warga yang berada di lokasi kejadian menggambarkan dampak serangan tersebut dengan menyatakan, “Seorang ibu dan anak yang bahkan belum sempat melihat dunia.” Pernyataan ini gambaran getir kondisi emosional masyarakat setempat yang menghadapi kehilangan anggota keluarga akibat serangan yang terjadi di kawasan permukiman.
Peristiwa ini menambah daftar korban sipil di Gaza dalam beberapa bulan terakhir. Laporan media internasional seperti Reuters dan BBC menyebut bahwa konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa di wilayah tersebut, dengan sebagian besar korban merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Data yang dikutip Reuters juga menunjukkan bahwa banyak rumah dan infrastruktur sipil mengalami kerusakan berat akibat serangan udara berulang.
Serangan terhadap kawasan permukiman sipil menjadi perhatian berbagai organisasi kemanusiaan internasional. Mereka menekankan bahwa hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa, mengatur perlindungan terhadap warga sipil dan membatasi penggunaan kekuatan militer di wilayah berpenduduk.
Di tengah kondisi tersebut, banyak keluarga di Gaza masih hidup dalam situasi tidak menentu. Sejumlah warga yang selamat terlihat kembali ke lokasi serangan untuk mencari barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari puing-puing rumah mereka.
Insiden ini terjadi bersamaan dengan laporan berlanjutnya serangan sporadis di berbagai wilayah Gaza, yang menunjukkan bahwa ketegangan di lapangan masih tinggi dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sipil. (nun/avi)