Xi Jinping Dorong Pembentukan Negara Palestina yang Merdeka
Presiden China Xi Jinping kembali menempatkan pembentukan negara Palestina yang merdeka sebagai bagian penting dari penyelesaian konflik Timur Tengah.
Dalam pertemuannya dengan Raja Yordania Abdullah II di Beijing, Senin (24/8/2026), Xi menegaskan perlunya menjamin hak rakyat Palestina untuk memerintah dan menentukan masa depan negaranya sendiri.
Menurut Xi, persoalan Palestina merupakan inti dari masalah Timur Tengah. Karena itu, ia mendorong komunitas internasional memperkuat upaya mencari penyelesaian politik yang dapat menghasilkan negara Palestina yang merdeka serta memberikan ruang bagi rakyat Palestina untuk menjalankan pemerintahan mereka sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika situasi kemanusiaan di kawasan masih menjadi perhatian internasional. Xi secara khusus menyerukan agar komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperkuat tanggung jawabnya dalam melindungi warga sipil, memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan, dan mengakhiri bencana kemanusiaan di Timur Tengah.
Pemimpin China itu juga menekankan bahwa penyelesaian persoalan Palestina harus berlandaskan hukum internasional. Tujuan akhirnya, menurut Xi, adalah tercapainya penyelesaian yang komprehensif, adil, dan berkelanjutan.
Pertemuan dengan Abdullah II sekaligus memperlihatkan keterkaitan isu Palestina dengan hubungan strategis China dan Yordania. Xi mengajak kedua negara memperkuat kepercayaan strategis, memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, serta meningkatkan koordinasi dalam forum multilateral.
China saat ini tercatat sebagai mitra dagang terbesar Yordania. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar 6,7 miliar dolar AS.
Kunjungan kenegaraan Abdullah II berlangsung selama sepekan, 18–24 Agustus, dengan agenda di Shanghai, Shenzhen, dan Beijing. Kunjungan tersebut merupakan perjalanan kesembilan Raja Yordania ke China dan menjadi kunjungan pertamanya sejak 2015. (nun/avi)