Warga Gaza Khawatir Dunia Mengalihkan Perhatian dari Krisis Palestina
05 Jul 2026
0 Suka
Warga Palestina di Jalur Gaza mengungkapkan kekhawatiran bahwa penderitaan mereka semakin luput dari perhatian dunia setelah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Keluhan tersebut disampaikan dalam berbagai wawancara yang dimuat media internasional, ketika perhatian publik global banyak tertuju pada perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah di luar Gaza.
Dalam laporan Reuters dan Associated Press pada akhir Juni hingga awal Juli 2026, sejumlah warga Gaza mengatakan bahwa pemberitaan internasional mengenai kondisi kemanusiaan di wilayah mereka berkurang sejak eskalasi konflik Israel-Iran.
Salah seorang warga Gaza, Ahmed Jamali (53 tahun), yang diwawancarai AFP, mengatakan, “Kami merasa dunia telah melupakan Gaza. Padahal penderitaan kami masih berlangsung setiap hari.”
Krisis di Gaza sendiri telah berlangsung sejak eskalasi besar yang dipicu tindakan brutal tentara pendudukan pada 7 Oktober 2023. Sejak saat itu, berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan kerusakan luas pada kawasan permukiman, rumah sakit, sekolah, jaringan air bersih, dan infrastruktur sipil lainnya. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) juga mencatat bahwa sebagian besar penduduk Gaza mengalami pengungsian berulang dan masih bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Program Pangan Dunia (WFP), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara konsisten memperingatkan bahwa krisis pangan, kekurangan air bersih, meningkatnya kasus malnutrisi, dan terbatasnya layanan kesehatan masih menjadi tantangan utama di Gaza. Laporan-laporan tersebut menegaskan bahwa kebutuhan bantuan kemanusiaan tetap sangat tinggi meskipun perhatian media internasional beralih kepada perkembangan konflik regional lainnya. (nun/avi)