Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan Anak yang Sedang Mencari Air
03 Jul 2026
0 Suka
Seorang anak Palestina dilaporkan gugur dan seorang anak lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah pesawat tanpa awak (quadcopter) milik pasukan Israel menjatuhkan bom ke arah mereka ketika sedang berusaha mengambil air bersih di kawasan Kota Tua, Gaza City, pada Jumat (3/7/2026) pagi. Insiden tersebut kembali menyoroti sulitnya akses warga sipil terhadap kebutuhan dasar di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Jalur Gaza.
Menurut laporan media Palestina yang mengutip sumber-sumber medis setempat, kedua anak tersebut sedang menuju lokasi pengambilan air ketika serangan terjadi. Korban yang terluka segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, sementara jenazah korban meninggal dibawa ke rumah sakit setelah proses evakuasi oleh tim penyelamat.
Peristiwa ini terjadi ketika krisis air bersih di Gaza masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) sebelumnya melaporkan bahwa sebagian besar anak di Gaza menghadapi keterbatasan akses terhadap air minum yang aman. Organisasi tersebut memperingatkan bahwa minimnya pasokan air bersih meningkatkan risiko dehidrasi, penyakit menular, dan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) juga mencatat bahwa kerusakan infrastruktur air, jaringan distribusi, serta terbatasnya pasokan bahan bakar telah menghambat pengoperasian instalasi air dan sanitasi di berbagai wilayah Gaza. Banyak keluarga harus berjalan jauh setiap hari hanya untuk memperoleh air dalam jumlah terbatas.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menambahkan bahwa krisis air dan sanitasi telah memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, terutama di kawasan pengungsian yang padat penduduk. Rumah sakit dan pusat kesehatan juga menghadapi kesulitan mempertahankan layanan akibat terbatasnya pasokan air bersih.
Di tengah kondisi tersebut, berbagai lembaga kemanusiaan terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gaza (MBG) yang digulirkan Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI). Selengkapnya dapat dilihat di sini https://www.alqudsvolunteers.id/program/mbg
Program ini menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, keluarga pengungsi, perempuan, dan kelompok rentan yang terdampak krisis pangan, sebagai bagian dari upaya membantu mempertahankan kondisi kesehatan masyarakat di tengah situasi darurat.
Berbagai badan PBB menegaskan bahwa akses terhadap air bersih, pangan, dan layanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat dijangkau oleh warga sipil dalam situasi apa pun.
Dukungan terhadap program-program kemanusiaan, termasuk MBG, menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata untuk membantu masyarakat Palestina menghadapi krisis pangan dan mempertahankan akses terhadap kebutuhan pokok di tengah kondisi yang masih berlangsung. (nun/avi)