Hubungi Kami
Palestina Terkini

Gaza Hadapi Krisis Anak Yatim Piatu Terbesar dalam Sejarah Modern

02 Jul 2026 0 Suka
Gaza Hadapi Krisis Anak Yatim Piatu Terbesar dalam Sejarah Modern
Masih segar dalam ingatan ketika April tahun lalu ketika Jalur Gaza dilaporkan menderita krisis anak yatim piatu terbesar dalam sejarah modern. Kini, kondisi getir itu masih berlangsung. Biro Pusat Statistik Palestina melaporkan sebanyak 39.384 anak kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka sejak dimulainya agresiasi brutal oleh tentara pendudukan di wilayah tersebut pada Oktober 2023. Data yang disampaikan menjelang Hari Anak Palestina 2025 itu menggambarkan dampak kemanusiaan yang terus meluas setelah 534 hari serangan, ketika sebagian besar dari sekitar 2,3 juta penduduk Gaza juga mengalami pengungsian akibat kehancuran yang melanda kawasan tersebut. Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000 anak tercatat telah kehilangan kedua orang tua mereka. Biro Pusat Statistik Palestina menyatakan, “Anak-anak ini hidup dalam kondisi tragis, banyak yang terpaksa mengungsi ke tenda-tenda yang robek atau rumah-rumah yang hancur, dengan hampir tidak adanya perawatan sosial dan dukungan psikologis.” Dalam pernyataan yang sama ditegaskan, “Jalur Gaza menderita krisis anak yatim piatu terbesar dalam sejarah modern.” Laporan itu juga mencatat sedikitnya 17.954 anak meninggal dunia akibat serangan di Gaza, termasuk 274 bayi baru lahir dan 876 bayi berusia di bawah satu tahun. Selain itu, biro tersebut menyebutkan, “Tujuh belas anak juga meninggal karena kedinginan di tenda-tenda yang menampung para pengungsi, dan 52 lainnya meninggal karena kelaparan dan kekurangan gizi sistematis.” Kondisi tersebut diperburuk oleh peringatan bahwa sekitar 60.000 anak kini berada dalam risiko meninggal akibat kekurangan gizi berat dan ancaman kelaparan. Situasi kemanusiaan semakin memburuk setelah akses bantuan melalui penyeberangan perbatasan kembali ditutup. Penghentian masuknya bantuan pangan, bahan bakar, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya menyebabkan distribusi bantuan terhambat. Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan kebijakan tersebut telah memicu “kelaparan sistematis” setelah pasokan bantuan dan tepung dihentikan selama satu bulan penuh sehingga sejumlah toko roti tidak lagi beroperasi. Biro Pusat Statistik Palestina juga melaporkan bahwa anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun mencakup sekitar 43 persen dari total 5,5 juta penduduk Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Sejak serangan kembali meningkat pada 18 Maret, lebih dari 1.160 warga Palestina dilaporkan tewas di Gaza. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 50.523 warga Palestina meninggal sejak Oktober 2023, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak. Laporan yang sama juga menyebutkan lebih dari 1.055 anak Palestina telah ditahan sejak 7 Oktober, sebagian besar di Tepi Barat, dan lebih dari 350 anak hingga kini masih berada di fasilitas penahanan Israel. (nun/avi)

Berita Terkait

Perdana MBG AVI Resmi Dimulai, Makanan Bergizi Jangkau Anak Yatim Palestina
Palestina Terkini

Perdana MBG AVI Resmi Dimulai, Makanan Bergizi Jangkau Anak Yatim Palestina

Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI) mendistribusikan santunan bagi anak-anak yatim Palestina sekaligu...

01 Jul 2026
0
Baca Selengkapnya
Kado Cinta Yatim untuk Gaza Hadirkan Makanan Bergizi bagi Anak Palestina
Palestina Terkini

Kado Cinta Yatim untuk Gaza Hadirkan Makanan Bergizi bagi Anak Palestina

Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI) mendistribusikan santunan dan paket makanan siap saji bagi anak-a...

01 Jul 2026
0
Baca Selengkapnya
Krisis Pangan Gaza Masuki Fase Paling Parah Menurut Sistem Pemantauan Global
Palestina Terkini

Krisis Pangan Gaza Masuki Fase Paling Parah Menurut Sistem Pemantauan Global

Laporan para ahli ketahanan pangan yang tergabung dalam Integrated Food Security Phase Classificatio...

30 Jun 2026
0
Baca Selengkapnya