Hubungi Kami
Palestina Terkini

Ramadan di Palestina Dimulai, Warga Masyarakat Dibayangi Ketakutan dan Kehilangan

19 Feb 2026 0 Suka
Ramadan di Palestina Dimulai, Warga Masyarakat Dibayangi Ketakutan dan Kehilangan
Menjelang Ramadan, warga Palestina menghadapi situasi keamanan yang rapuh dan ketakutan yang belum mereda, di tengah dampak konflik yang masih berlangsung. Media internasional melaporkan bahwa masyarakat memasuki bulan suci ini dalam kondisi penuh keterbatasan, kehilangan, dan ketidakpastian. Banyak keluarga masih menghadapi konsekuensi langsung dari serangan, pengungsian, dan pembatasan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Laporan wartawan Reuters, Mahmoud Issa, menyebut bahwa Ramadan dimulai di Gaza di tengah kehancuran besar, dengan otoritas kesehatan melaporkan lebih dari 72.000 warga Palestina tewas sejak konflik meningkat pada 2023. Selain korban jiwa, kerusakan juga meluas ke infrastruktur keagamaan, dengan ratusan masjid hancur atau rusak, sehingga warga terpaksa melaksanakan ibadah di ruang darurat atau tempat penampungan sementara. Situasi ini mengubah tradisi Ramadan yang biasanya berlangsung di masjid dan ruang publik menjadi kegiatan yang berlangsung di tengah reruntuhan. Sementara itu, laporan media global dan dokumentasi lapangan menunjukkan bahwa pembatasan dan kondisi keamanan tetap menjadi faktor dominan dalam kehidupan masyarakat Palestina. Media Asharq Al Awsat melaporkan, Israel membatasi jumlah warga Palestina yang diizinkan memasuki Masjid Al-Aqsa selama Ramadan, termasuk pembatasan usia dan jumlah jamaah yang dapat beribadah di kompleks tersebut. Kebijakan ini berdampak langsung pada akses ibadah, terutama bagi warga Tepi Barat yang harus memperoleh izin khusus untuk memasuki Yerusalem Timur. Selain pembatasan akses, kondisi kemanusiaan di Gaza tetap menjadi perhatian. Laporan Al Jazeera menyebut bahwa banyak warga menghadapi kesulitan memperoleh makanan dan air bersih, bahkan saat Ramadan dimulai. Kondisi ini terjadi di tengah kerusakan infrastruktur dan keterbatasan distribusi bantuan. Dalam suasana tersebut, Ramadan berlangsung dengan latar belakang duka dan kehilangan yang belum pulih sepenuhnya. Banyak keluarga menghadapi bulan suci ini tanpa anggota keluarga yang telah meninggal, serta dengan kondisi tempat tinggal yang tidak stabil. Meskipun aktivitas keagamaan tetap berlangsung, realitas keamanan dan kemanusiaan yang belum membaik terus memengaruhi kehidupan masyarakat Palestina selama periode penting ini. (nun/avi)

Berita Terkait

Serangan Brutal di Qalandiya Terjadi di Tengah Ekspansi Permukiman Israel
Palestina Terkini

Serangan Brutal di Qalandiya Terjadi di Tengah Ekspansi Permukiman Israel

Sejak memperoleh kewenangan atas urusan sipil di Tepi Barat yang diduduki, Menteri Keuangan Israel B...

07 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya
Pemerintah Yerusalem Cemaskan Pembersihan Lahan di Kota Jaba' sebagai Proyek Kolonial
Palestina Terkini

Pemerintah Yerusalem Cemaskan Pembersihan Lahan di Kota Jaba' sebagai Proyek Kolonial

Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan bahwa perintah otoritas Israel pada Kamis (6/8/2026) untuk ...

06 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya
Serangan di Desa Far'ata Meluas, Petani Palestina Terancam Kehilangan Akses ke Lahan Penghidupan
Palestina Terkini

Serangan di Desa Far'ata Meluas, Petani Palestina Terancam Kehilangan Akses ke Lahan Penghidupan

Serangan-serangan yang dilancarkan pemukim ilegal dibantu tentara pendudukan di Desa Far'ata, sebela...

05 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya