Pemerintah Yerusalem Cemaskan Pembersihan Lahan di Kota Jaba' sebagai Proyek Kolonial
06 Aug 2026
0 Suka
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan bahwa perintah otoritas Israel pada Kamis (6/8/2026) untuk membersihkan vegetasi liar dan pohon-pohon zaitun di lahan Kota Jaba', dekat Yerusalem, merupakan bagian dari proyek kolonial yang lebih luas.
Menurut pernyataan resmi pemerintah provinsi, langkah tersebut tampak dipersiapkan untuk memperkuat kendali atas tanah sekaligus mengisolasi desa-desa dan kota-kota Palestina melalui perluasan jaringan jalan yang menghubungkan permukiman Israel di sekitar Yerusalem.
Dalam keterangannya, Pemerintah Provinsi Yerusalem menjelaskan bahwa otoritas Israel mengeluarkan perintah militer untuk membersihkan lahan Palestina seluas sekitar 2 dunum dan 502 meter persegi di kawasan Dataran Jaba'. Area tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek perluasan Jalan Kolonial 437 yang membentang dari pos pemeriksaan militer Hizma hingga bundaran Jaba'.
Pemerintah Provinsi Yerusalem dalam keteranngannya diterima kantor berita WAFA dan dikutip AVI, menyatakan, "Perintah ini merupakan bagian dari proyek kolonial yang bertujuan membentuk kembali jaringan jalan di sekitar Yerusalem, menyita tanah milik warga Palestina, membangun zona penyangga, serta menghubungkan permukiman Israel di utara dan timur Yerusalem."
Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkokoh penguasaan wilayah dan mengubah keterhubungan geografis kawasan Palestina. Pernyataan yang sama juga mengungkap bahwa belum lama ini otoritas Israel menerbitkan perintah militer lain untuk mengambil alih sekitar 5 dunum dan 283 meter persegi lahan di Jaba' dengan alasan kepentingan militer.
Lahan tersebut disebut menjadi bagian dari rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jalan 60 di dekat pos pemeriksaan Jaba' dengan tembok pemisah Israel di sepanjang kawasan Neve Yaakov.
Bagi masyarakat setempat, pohon zaitun tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sosial dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, pencabutan pohon dan berkurangnya lahan pertanian dipandang berdampak langsung terhadap mata pencaharian banyak keluarga yang menggantungkan hidup pada hasil kebun mereka.
Perkembangan di Jaba' ini berlangsung ditengah memburuknya ketahanan pangan di Palestina. Berkurangnya lahan produktif, terganggunya aktivitas pertanian, dan terbatasnya akses terhadap sumber daya memperbesar risiko kelangkaan pangan bagi masyarakat.
Perlindungan terhadap lahan pertanian menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan hidup warga sipil sekaligus mempertahankan sumber pangan bagi keluarga-keluarga Palestina yang hingga kini masih menghadapi tekanan kemanusiaan berkepanjangan. (nun/avi)