Mohamed al-Wahidi Gugur Saat Bersiap Menghadirkan Kegembiraan bagi Anak-Anak Gaza
08 Jul 2026
0 Suka
Relawan kemanusiaan Palestina, Mohamed al-Wahidi (57), meninggal dunia setelah sebuah serangan rudal Israel menghantam kendaraan yang ditumpanginya di kawasan Sabra, Gaza City, pada Selasa (7/7/2026) malam. Serangan itu terjadi sekitar satu jam sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina dimulai, pertandingan yang sebelumnya telah ia siapkan untuk disaksikan bersama warga melalui kegiatan nonton bareng (nobar).
Menurut laporan Reuters, Associated Press, dan sejumlah media internasional, al-Wahidi dikenal sebagai tokoh kemanusiaan yang aktif bersama Komite Bantuan Mesir di Gaza.
Dalam beberapa pekan terakhir, ia mengoordinasikan penyelenggaraan layar lebar di berbagai lokasi pengungsian agar anak-anak dan keluarga Palestina dapat menikmati pertandingan Piala Dunia sebagai jeda sejenak dari kehidupan di tengah konflik.
Serangan tersebut juga menewaskan tiga orang lainnya, termasuk dua anak-anak. Israel menyatakan sasaran serangan adalah seorang anggota Hamas dan menyebut al-Wahidi bukan target yang dituju, sementara insiden tersebut masih dalam peninjauan.
Putra almarhum, Fawaz al-Wahidi, mengenang ayahnya sebagai sosok yang mendedikasikan hidup untuk membantu masyarakat. “Ayah saya ingin menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarga yang telah lama hidup dalam penderitaan,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.
Laporan Financial Times sebelumnya menggambarkan bahwa layar-layar nobar Piala Dunia di Gaza menjadi ruang kebersamaan yang langka bagi ribuan warga yang masih hidup di tengah kerusakan luas, pengungsian, dan keterbatasan listrik. Bagi banyak keluarga, pertandingan sepak bola menjadi kesempatan singkat untuk berkumpul dan mengurangi tekanan psikologis akibat konflik yang berkepanjangan.
Sementara itu, berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa terus melaporkan bahwa kebutuhan kemanusiaan di Gaza tetap berada pada tingkat yang sangat tinggi. Jutaan warga masih bergantung pada bantuan pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan perlindungan dasar untuk mempertahankan kehidupan sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, dukungan terhadap berbagai program bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina tetap menjadi kebutuhan yang mendesak. Kontribusi terhadap inisiatif yang menyediakan pangan, layanan kesehatan, tempat berlindung, dan perlindungan bagi warga sipil dapat membantu meringankan beban keluarga-keluarga yang terdampak konflik, sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat yang masih menghadapi krisis berkepanjangan. (nun/avi)