Menhan Israel Sebut Kehancuran Gaza sebagai Kebijakan yang Disengaja
14 Jul 2026
0 Suka
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa kehancuran yang meluas di Jalur Gaza memberinya "perasaan yang baik" dan menyebut kondisi tersebut sebagai hasil dari "kebijakan yang disengaja" yang menurutnya ditujukan untuk menghilangkan ancaman. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungannya ke wilayah Gaza utara dan disiarkan oleh Channel 14 Israel pada Senin (13/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Katz juga mengumumkan rencana pembentukan tiga pos pemukiman yang memiliki keterkaitan dengan unsur militer di Gaza utara. Saat ditanya mengenai pandangannya terhadap kondisi wilayah yang mengalami kerusakan luas, ia menjawab, “Perasaan yang baik, bukan?” Menurut Katz, tingkat kehancuran yang terjadi merupakan konsekuensi dari strategi yang telah dirancang.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan militer Israel telah berubah dibandingkan strategi sebelumnya. “Alih-alih masuk dan keluar, tentara berada di dalam, teroris berada di luar, dan rumah-rumah dihancurkan,” ujarnya seperti dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu Agency.
Menteri radikal anggota senior dari Partai Likud ini menggambarkan pendekatan operasi yang menurutnya berbeda dari pola operasi militer terdahulu.
Channel 14 Israel menyebut salah satu agenda utama dalam kunjungan itu adalah usulan pembentukan kembali kehadiran permanen komunitas Yahudi di Gaza utara. Katz mengatakan pemerintah berencana mendirikan tiga pos terdepan Nahal di sejumlah lokasi yang pernah menjadi kawasan permukiman Israel sebelum penarikan dari Gaza pada 2005.
Pos terdepan Nahal merupakan permukiman yang memiliki keterkaitan dengan militer dan secara historis digunakan sebagai tahap awal pembentukan komunitas sipil baru. Katz menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat kendali dan aspek keamanan di kawasan sekitar.
Sejak penyerangan brutal ke Gaza oleh tentara pendudukan yang pada Oktober 2023, Jalur Gaza mengalami kerusakan yang sangat luas. Menurut data otoritas Palestina sebagaimana dikutip dalam sumber, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas, lebih dari 173.000 lainnya terluka, dan sekitar 91 persen infrastruktur di wilayah tersebut mengalami kerusakan atau kehancuran. (nun/avi)