Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memimpin ratusan pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Minggu (20/9/2026), dengan pengamanan ketat pasukan Israel.
Dalam kunjungan tersebut, Ben-Gvir dan para pemukim dilaporkan melakukan ritual Talmud di bagian timur kompleks. Sehari kemudian, sebanyak 458 pemukim kembali memasuki kawasan Al-Aqsa melalui Gerbang Maroko.
Rangkaian aktivitas itu berlangsung bertepatan dengan hari kedua Yom Kippur, hari suci dalam kalender Yahudi. Laporan Palestinian News and Information Agency (WAFA) menyebut akses para pemukim ke kompleks tersebut berlangsung di bawah perlindungan aparat keamanan Israel.
Informasi mengenai aktivitas di dalam kawasan Al-Aqsa, menurut Kegubernuran Yerusalem, juga menghadapi pembatasan pemberitaan yang luas.
Pada Senin pagi, 21 September, jumlah 458 pemukim tercatat memasuki kompleks melalui Gerbang Maroko. Angka tersebut menambah rangkaian kunjungan yang berlangsung di tengah pengamanan ketat dan pembatasan aktivitas di sekitar Yerusalem selama perayaan Yom Kippur.
Kegubernuran Yerusalem menyatakan bahwa otoritas Israel memberlakukan pembatasan terhadap transportasi dan aktivitas kerja di kota tersebut. Sejumlah lembaga dan toko juga ditutup, sementara pergerakan warga dibatasi dengan alasan pengamanan selama hari raya Yahudi.
Aktivitas Ben-Gvir di lokasi itu bukan kejadian tunggal. Pada Agustus 2026, ia juga memasuki kompleks Al-Aqsa bersama sejumlah pemukim dan rabbi di bawah pengamanan pasukan Israel.
Kunjungan pejabat Israel ke kompleks tersebut berlangsung dalam situasi yang sensitif karena status dan tata kelola tempat suci itu telah lama menjadi salah satu persoalan utama dalam konflik Israel-Palestina. Pemberitaan Al Jazeera mencatat bahwa tindakan Ben-Gvir sebelumnya mendapat kritik dari pihak Palestina yang menilai aktivitas tersebut berkaitan dengan upaya mengubah status quo historis dan hukum di kompleks Al-Aqsa. (nun/avi)