Petani Zaitun Palestina Ditembaki, 16 Serangan Tercatat di Tujuh Provinsi
Komisi Perlawanan Tembok dan Kolonisasi Palestina mendokumentasikan 16 serangan terhadap petani zaitun dan lahan pertanian mereka di tujuh provinsi Tepi Barat pada Selasa.
Sejumlah insiden melibatkan penembakan peluru tajam ke arah petani, selain pemukulan, penggunaan gas air mata, dan penahanan sejumlah warga yang sedang memanen zaitun.
Serangan tersebut tercatat berlangsung dalam rentang pukul 06.00 hingga 18.00 waktu setempat. Komisi Perlawanan Tembok dan Kolonisasi (The Wall and Colonization Resistance Commission) menyebut tindakan pasukan Israel dan para pemukim tidak hanya menyasar keselamatan petani, tetapi juga merusak aktivitas pertanian dan sumber penghidupan warga Palestina.
Dalam laporan itu, komisi mencatat sejumlah bentuk kekerasan lainnya, antara lain pembakaran bangunan pertanian, pencurian hasil panen dan peralatan, perataan lahan, serta pencabutan pohon zaitun.
BACA JUGA: Komisaris Jenderal UNRWA Lazzarini: Setiap Hari 100 Warga Palestina Tewas di Gaza
Petani juga dihalangi mencapai lahan mereka, termasuk ketika area tersebut berada di bawah perlindungan pasukan Israel.
Komisi menilai rangkaian insiden tersebut menunjukkan peningkatan tingkat kekerasan terhadap petani Palestina. Pola serangan disebut telah berkembang dari intimidasi dan pembatasan akses menuju penggunaan senjata api, kekerasan fisik, serta penahanan selama musim panen zaitun.
Lembaga tersebut memperingatkan bahwa serangan yang berlangsung dengan perlindungan militer berpotensi membuat petani kehilangan akses secara berkepanjangan terhadap lahan mereka.
Kondisi tersebut dikhawatirkan mengubah hambatan dalam kegiatan panen menjadi pengusiran jangka panjang dari kawasan pertanian.
BACA JUGA: 98 Persen Lahan Pertanian Gaza Hancur, Gaza di Ambang Kelaparan Total
Komisi Perlawanan Tembok dan Kolonisasi menyerukan komunitas internasional segera mengambil langkah untuk melindungi petani Palestina dan menghentikan serangan pasukan Israel maupun para pemukim.
Mereka juga mendesak adanya pertanggungjawaban atas penembakan peluru tajam, penyerangan terhadap warga sipil, serta perusakan lahan pertanian.
Dokumentasi 16 serangan tersebut menjadi catatan kekerasan yang dialami petani Palestina selama musim panen zaitun, termasuk ancaman langsung terhadap keselamatan warga yang berusaha mengakses dan mengolah lahan mereka. (nun/avi)