Hubungi Kami
Palestina Terkini

Anggota Knesset Israel Rusak Properti Sekolah Yatim Palestina di Yerusalem Timur

15 Jul 2026 0 Suka
Anggota Knesset Israel Rusak Properti Sekolah Yatim Palestina di Yerusalem Timur
Anggota parlemen Israel dari kubu sayap kanan, Zvi Sukkot, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pendidikan Knesset, dilaporkan mendatangi sebuah sekolah yatim piatu Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki pada Rabu (15/7/2026). Menurut laporan kanal video Al Jazeera, Sukkot merusak papan nama keramik sekolah tersebut dan menyatakan akan mengupayakan penutupan sekolah karena keberadaan simbol-simbol Palestina di lingkungan sekolah. Rekaman video yang dipublikasikan Al Jazeera memperlihatkan Sukkot berada di area sekolah bersama sejumlah orang. Dalam tayangan tersebut, ia terlihat merusak papan nama sekolah sebelum menyampaikan pernyataan bahwa institusi tersebut, menurutnya, tidak seharusnya menampilkan simbol-simbol Palestina. Al Jazeera melaporkan tidak lama setelah insiden itu, suasana di sekitar sekolah menjadi tegang dan menarik perhatian warga setempat. Dalam keterangannya sebagaimana dikutip Al Jazeera, Zvi Sukkot menyatakan dirinya akan mendorong langkah untuk menutup sekolah tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan kebijakan pendidikan dan penggunaan simbol-simbol nasional Palestina di Yerusalem Timur. Yerusalem Timur merupakan wilayah yang diduduki Israel sejak 1967. Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap memandang wilayah tersebut sebagai bagian dari wilayah Palestina yang diduduki berdasarkan berbagai resolusi internasasional. Status kota ini masih menjadi salah satu isu utama dalam proses penyelesaian konflik Israel–Palestina. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah lembaga internasional, termasuk UNESCO dan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), telah menyampaikan keprihatinan terhadap dampak konflik terhadap akses pendidikan anak-anak Palestina. Berbagai laporan mereka mencatat bahwa sekolah-sekolah di wilayah pendudukan menghadapi tantangan berupa pembatasan akses, kerusakan fasilitas, maupun gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar. Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) juga berulang kali menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang aman dan berkelanjutan tanpa gangguan. Organisasi tersebut menyatakan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang memberikan perlindungan bagi anak-anak, termasuk mereka yang hidup di wilayah konflik. Insiden di sekolah yatim piatu tersebut kembali menyoroti tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan di Yerusalem Timur. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih berlangsung, berbagai badan PBB dan organisasi kemanusiaan terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, serta penghormatan terhadap akses pendidikan dan layanan dasar sesuai ketentuan hukum internasional. Berbagai lembaga kemanusiaan juga mengingatkan bahwa masyarakat yang terdampak pendudukan masih membutuhkan dukungan melalui bantuan kemanusiaan yang disalurkan lewat organisasi-organisasi yang kredibel. Selain bantuan material, doa dan kepedulian masyarakat internasional sering menjadi bentuk solidaritas yang disampaikan bagi warga sipil yang menghadapi dampak konflik berkepanjangan. (nun/avi)

Berita Terkait

Menhan Israel Sebut Kehancuran Gaza sebagai Kebijakan yang Disengaja
Palestina Terkini

Menhan Israel Sebut Kehancuran Gaza sebagai Kebijakan yang Disengaja

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa kehancuran yang meluas di Jalur Gaza member...

14 Jul 2026
0
Baca Selengkapnya
Di Tengah Krisis Pangan, Petani Gaza Bertahan Menjaga Tanah yang Tersisa
Palestina Terkini

Di Tengah Krisis Pangan, Petani Gaza Bertahan Menjaga Tanah yang Tersisa

Di tengah krisis pangan yang terus memburuk di Jalur Gaza, kisah para petani Palestina menjadi potre...

13 Jul 2026
0
Baca Selengkapnya
Lansia Palestina dan Sejumlah Perempuan Alami Kekerasan Israel di Kawasan Al-Aqsa
Palestina Terkini

Lansia Palestina dan Sejumlah Perempuan Alami Kekerasan Israel di Kawasan Al-Aqsa

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan insiden dugaan kekerasan terhadap seju...

11 Jul 2026
0
Baca Selengkapnya