Tahanan Perempuan Palestina di Penjara Damon Alami Kekerasan Berulang
24 May 2026
0 Suka
Kondisi perempuan Palestina di Penjara Damon, Israel, kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebut para tahanan mengalami berbagai bentuk penindasan, pelecehan, dan perlakuan keras selama tiga bulan terakhir. Asra Media Office melaporkan sedikitnya terjadi lebih dari 30 serangan terhadap tahanan perempuan Palestina di penjara tersebut dalam kurun waktu itu.
Laporan yang dikutip media Palestina Palinfo pada Ahad (24/5/2026) menyebut para tahanan menghadapi kondisi penahanan yang berat, termasuk makanan berkualitas buruk, kelembaban tinggi di dalam sel, serta kekurangan perlengkapan kebersihan dasar. Para tahanan juga dilaporkan mengalami pelecehan verbal dan pemeriksaan yang disebut dilakukan secara memalukan di area kamar mandi dengan tentara Israel berjaga di depan pintu selama proses berlangsung.
Dalam keterangannya, Asra Media Office menyebut administrasi penjara membiarkan kamera pengawas menyala sepanjang waktu di dalam area tahanan perempuan. Kondisi tersebut memaksa sebagian tahanan tidur dengan mengenakan jilbab untuk menjaga privasi mereka. “Kamera terus aktif siang dan malam, membuat para tahanan kehilangan ruang privasi,” demikian pernyataannya.
Laporan itu juga menyebut tahanan perempuan yang sedang hamil dan mereka yang mengalami sakit menghadapi keterbatasan layanan kesehatan. Sejumlah tahanan disebut tidak memperoleh penanganan medis memadai meskipun berada dalam kondisi membutuhkan perawatan rutin.
Kelompok hak asasi tahanan Palestina Palestinian Prisoners Society sebelumnya juga melaporkan peningkatan tindakan represif terhadap tahanan perempuan Palestina di sejumlah penjara Israel sejak awal 2026. Dalam laporannya, organisasi tersebut mencatat adanya penggerebekan sel, penyitaan barang pribadi, pembatasan akses kebutuhan dasar, dan dugaan kekerasan verbal terhadap para tahanan perempuan.
Sementara itu, Addameer Prisoner Support and Human Rights Association menyebut Penjara Damon menjadi salah satu fasilitas penahanan utama bagi perempuan Palestina yang ditahan oleh Israel. Organisasi itu melaporkan sebagian tahanan menghadapi kondisi sel yang lembab dan minim ventilasi, terutama selama musim dingin dan perubahan cuaca ekstrem.
Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB sebelumnya menyerukan perlindungan terhadap hak-hak tahanan perempuan dan meminta seluruh pihak memastikan standar perlakuan tahanan sesuai hukum internasional. Dalam laporan terbarunya, badan PBB itu menyoroti pentingnya akses kesehatan, privasi, serta perlindungan dari perlakuan yang merendahkan martabat manusia di tempat penahanan.
Hingga kini, berbagai organisasi hak asasi manusia internasional terus meminta adanya pemantauan independen terhadap kondisi tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, termasuk di Penjara Damon yang menampung perempuan dan anak perempuan Palestina dari wilayah pendudukan. (avi/nun)