Dipalak Israel, Warga Palestina di Yerusalem Timur Dipaksa Hancurkan Rumah Sendiri
21 May 2026
0 Suka
Seorang warga Palestina di lingkungan Al-Bustan, kawasan Silwan, Yerusalem Timur yang diduduki Israel, terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri menggunakan alat berat setelah menerima tekanan dan ancaman denda besar dari pemerintah kota Yerusalem. Warga tersebut, Jalal al-Tawil, membongkar bangunan tempat tinggal keluarganya untuk menghindari biaya pembongkaran paksa yang dibebankan otoritas Israel apabila penghancuran dilakukan oleh aparat kota.
Media Palestina WAFA melaporkan rumah Jalal al-Tawil berdiri di kawasan Al-Bustan yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran rencana penggusuran oleh pemerintah kota Yerusalem. Otoritas Israel disebut berencana mengubah kawasan permukiman Palestina itu menjadi proyek taman wisata dan taman hiburan yang dinamai “King’s Garden”.
Dalam keterangannya kepada media lokal, Jalal al-Tawil mengatakan keputusan menghancurkan rumah sendiri dilakukan karena keluarganya tidak mampu menanggung denda tambahan jika aparat kota melaksanakan pembongkaran secara langsung.
“Saya dipaksa menghancurkan rumah saya sendiri agar tidak dibebani biaya penghancuran dan denda yang sangat besar,” ujarnya dalam pernyataannya dikutip AVI dari Wafa berbahasa Inggris.
Rumah tersebut menjadi tempat tinggal bagi beberapa anggota keluarga al-Tawil. Rekaman yang dipublikasikan media Palestina memperlihatkan buldozer menghancurkan bagian-bagian bangunan di tengah kehadiran anggota keluarga dan warga sekitar yang menyaksikan proses pembongkaran berlangsung.
Pusat Informasi Wadi Hilweh di Silwan menyatakan kawasan Al-Bustan dihuni puluhan keluarga Palestina yang menghadapi ancaman serupa. Organisasi itu mencatat pemerintah kota Yerusalem telah mengeluarkan sejumlah perintah pembongkaran terhadap rumah-rumah warga dengan alasan pembangunan dilakukan tanpa izin resmi. Warga Palestina di Yerusalem Timur selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan memperoleh izin pembangunan dari otoritas Israel.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam laporan terbarunya menyebut pembongkaran rumah Palestina di Yerusalem Timur terus meningkat sepanjang 2026. OCHA mencatat ratusan warga Palestina kehilangan tempat tinggal akibat penghancuran rumah dan bangunan usaha oleh otoritas Israel.
Sementara itu, organisasi hak asasi manusia B'Tselem menyebut praktik “self-demolition” atau penghancuran mandiri rumah oleh warga Palestina terjadi akibat tekanan administratif dan ancaman biaya tinggi yang diberlakukan pemerintah kota Yerusalem. Dalam laporannya, organisasi itu menyatakan banyak keluarga Palestina memilih menghancurkan rumah mereka sendiri untuk menghindari beban finansial tambahan setelah pembongkaran paksa dilakukan aparat.
Di tengah proses penghancuran itu, keluarga Jalal al-Tawil terlihat mengeluarkan barang-barang rumah tangga dari bangunan yang selama bertahun-tahun menjadi tempat tinggal mereka di kawasan Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur. (nun/avi)