Brutal Biadab, Serangan Udara Israel di Al-Rimal Gaza Tewaskan Tujuh Warga Palestina dan 50 Terluka
17 May 2026
0 Suka
Sedikitnya tujuh warga Palestina dilaporkan tewas dan sekitar 50 lainnya mengalami luka-luka setelah serangan udara Israel menghantam kawasan permukiman Al-Rimal di Kota Gaza, Palestina, Jumat (15/5/2026). Serangan tersebut menyasar sebuah apartemen dan kendaraan di wilayah padat penduduk yang berada di bagian barat Kota Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan para korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa dan sejumlah fasilitas medis lain di tengah keterbatasan layanan kesehatan akibat konflik berkepanjangan. Tim pertahanan sipil Palestina dilaporkan terus melakukan pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan yang rusak akibat ledakan.
Kantor berita Palestina WAFA melaporkan serangan udara pertama menghantam sebuah apartemen di lingkungan Al-Rimal ketika sejumlah warga masih berada di dalam bangunan. Tidak lama kemudian, sebuah kendaraan yang melintas di kawasan yang sama juga menjadi sasaran serangan udara kedua. Ledakan keras menyebabkan kerusakan pada bangunan dan kendaraan di sekitar lokasi kejadian.
Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina di Gaza mengatakan tim penyelamat menghadapi kesulitan mengevakuasi korban akibat kerusakan jalan dan terbatasnya alat berat. “Tim kami terus bekerja untuk mencari korban yang kemungkinan masih berada di bawah puing-puing bangunan,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang disesuaikan dalam bahasa Indonesia.
Data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan jumlah korban sipil akibat operasi militer Israel terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Rumah sakit di Gaza dilaporkan mengalami kekurangan obat-obatan, bahan bakar, dan perlengkapan medis di tengah tingginya jumlah korban luka.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) sebelumnya memperingatkan memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza akibat serangan berulang terhadap kawasan permukiman sipil dan infrastruktur publik. Dalam laporan terbarunya, OCHA menyebut ribuan keluarga Palestina kehilangan tempat tinggal dan menghadapi keterbatasan akses air bersih serta layanan kesehatan.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif. Tim medis di Gaza terus menangani korban di tengah kapasitas rumah sakit yang semakin terbatas akibat tingginya jumlah pasien dan kerusakan fasilitas kesehatan selama konflik berlangsung. (nun/avi)