Kekerasan Israel terhadap Komunitas Kristen Palestina di Tepi Barat Kian Mengkhawatirkan
10 May 2026
0 Suka
Komunitas Kristen Palestina menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya serangan, pelecehan, dan kekerasan fisik yang menargetkan umat Kristen di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur. Sejumlah laporan media internasional dan organisasi keagamaan mencatat peningkatan insiden dalam beberapa bulan terakhir yang menyasar pendeta, biarawati, gereja, hingga warga sipil Kristen Palestina.
Perhatian internasional kembali menguat setelah seorang biarawati Katolik asal Prancis diserang di kawasan Gunung Zion, dekat Kota Tua Yerusalem, pekan lalu. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan seorang pria menyerang biarawati tersebut dari belakang hingga terjatuh sebelum menendangnya di depan pejalan kaki lain. Polisi Israel kemudian menangkap seorang pria berusia 36 tahun terkait kasus tersebut.
Direktur French School of Biblical and Archaeological Research, Olivier Poquillon, menyebut serangan itu sebagai “tindakan kekerasan sektarian.” Pernyataan tersebut disampaikan setelah korban diketahui merupakan peneliti di lembaga tersebut.
Uskup Agung Atallah Hanna dari Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem mengatakan serangan terhadap umat Kristen bukanlah peristiwa terpisah. Dalam keterangannya, Hanna menyebut berbagai tindakan “pelecehan verbal, peludahan terhadap rohaniwan, dan serangan fisik” terus terjadi terhadap komunitas Kristen Palestina di Yerusalem. “Kami adalah satu bangsa dan sama-sama menjadi sasaran di tempat-tempat suci kami,” katanya, dikutip Middle East Monitor.
Laporan terbaru organisasi internasional ACT Alliance juga mencatat meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat, termasuk komunitas Kristen. Organisasi itu menyebut warga Palestina menghadapi “serangan fisik hampir setiap hari, intimidasi terhadap keluarga dan petani, serta perusakan lahan dan properti” yang kerap terjadi di bawah perlindungan aparat Israel.
Utusan Tinggi United Nations Alliance of Civilizations, Miguel Ángel Moratinos, menyatakan “keprihatinan mendalam atas insiden kekerasan dan pelecehan yang menargetkan umat Kristen di Yerusalem Timur.” Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya laporan serangan terhadap tokoh agama dan properti Kristen di wilayah pendudukan.
Data Religious Freedom Data Centre menunjukkan sedikitnya 31 insiden pelecehan terhadap umat Kristen terjadi selama tiga bulan pertama 2026. Insiden tersebut meliputi intimidasi, peludahan terhadap rohaniwan, vandalisme gereja, serta serangan fisik terhadap warga Kristen Palestina dan peziarah. (nun/avi)