Serangan Militer Pendudukan Berlanjut di Gaza, Korban Sipil Masih Tertimbun di Reruntuhan
12 Apr 2026
0 Suka
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa sejumlah korban masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di jalanan akibat serangan yang terus berlangsung di Jalur Gaza. Kondisi keamanan di sejumlah lokasi dilaporkan menyulitkan tim ambulans dan pertahanan sipil untuk menjangkau korban yang membutuhkan evakuasi.
Dalam laporan statistik harian yang dirilis Sabtu (11/4/2026), kementerian menyatakan sedikitnya 11 warga Palestina meninggal dunia dan 26 lainnya mengalami luka-luka dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Para korban telah dibawa ke berbagai rumah sakit di Gaza di tengah situasi kemanusiaan yang semakin berat.
Kementerian menyebut sejumlah korban belum dapat dievakuasi karena lokasi kejadian berada di wilayah yang sulit diakses oleh tim penyelamat.
“Beberapa korban masih berada di bawah reruntuhan atau tergeletak di jalanan karena tim ambulans dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka,” demikian keterangan dalam laporan resmi tersebut.
Data kementerian juga menunjukkan bahwa sejak pengumuman gencatan senjata pada 10 Oktober, jumlah korban terus bertambah. Hingga saat ini tercatat 749 warga Palestina meninggal dunia dan 2.082 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, tim penyelamat dilaporkan telah mengevakuasi 759 jenazah dari bawah bangunan yang runtuh.
Media internasional seperti Reuters dan BBC sebelumnya melaporkan bahwa konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur sipil di Gaza, termasuk rumah sakit, permukiman, dan fasilitas publik. Kondisi tersebut memperburuk kemampuan layanan darurat untuk mengevakuasi korban dan memberikan perawatan medis.
Secara keseluruhan, menurut data resmi Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban sejak dimulainya operasi militer Israel pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 72.328 orang meninggal dunia dan 172.184 lainnya mengalami luka-luka.
Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyatakan bahwa sebagian besar penduduk Gaza kini hidup dalam kondisi pengungsian dan bergantung pada bantuan kemanusiaan, sementara akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar terus menghadapi berbagai keterbatasan. (nun/avi)