Kisah Abdul Rahman, Anak Gaza yang Menunggu Perawatan dan Kaki Palsu
15 Feb 2026
0 Suka
Laporan wartawan warga Salma Kaddoumi melalui akun Instagram @salmakaddoumi mendokumentasikan kondisi seorang anak laki-laki Palestina bernama Abdul Rahman Al-Nashash, yang kehilangan salah satu kakinya akibat serangan tentara Israel. Dokumentasi tersebut menampilkan kondisi korban serta dampak fisik yang dialami setelah peristiwa yang terjadi di lokasi penampungan pengungsi.
Dalam unggahan tersebut pada Kamis (12/2/2026), disebutkan bahwa Abdul Rahman, yang berusia 12 tahun, mengalami amputasi setelah serangan mengenai sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat berlindung bagi warga sipil. Insiden tersebut menyebabkan cedera serius pada bagian tubuhnya hingga mengharuskan tindakan medis berupa pengangkatan salah satu kaki.
Menurut keterangan yang disampaikan melalui akun Salma Kaddoumi, Abdul Rahman saat ini membutuhkan perawatan lanjutan, termasuk operasi tambahan dan pemasangan kaki palsu. Namun, fasilitas yang diperlukan untuk prosedur tersebut belum tersedia di Gaza, sehingga membatasi akses korban terhadap rehabilitasi medis yang dibutuhkan.
Dokumentasi visual yang diunggah menunjukkan kondisi kesehatan Abdul Rahman setelah peristiwa tersebut, termasuk keterbatasan mobilitas yang ia alami. Informasi yang disampaikan juga menyebutkan bahwa kebutuhan perawatan medis jangka panjang menjadi bagian penting dari proses pemulihannya.
Selain menggambarkan kondisi medisnya, unggahan tersebut juga memuat keterangan mengenai aspirasi pribadi Abdul Rahman. Dalam penjelasan yang menyertai video, disebutkan bahwa ia memiliki keinginan untuk memperoleh perawatan medis yang memadai dan bercita-cita menjadi dokter di masa depan. Tujuan tersebut disebut berkaitan dengan keinginannya untuk membantu individu lain yang mengalami amputasi dan cedera serupa.
Dokumentasi ini menjadi salah satu catatan visual mengenai dampak serangan terhadap anak-anak di wilayah konflik. Informasi yang disampaikan melalui unggahan tersebut berfokus pada kondisi kesehatan korban, kebutuhan perawatan medis, serta situasi yang dihadapi setelah peristiwa yang menyebabkan amputasi. (nun/avi)