Palestina Terkini
Perempuan Palestina 80 Tahun Jadi Korban Kekerasan Pemukim Ilegal
14 Feb 2026
0 Suka
Laporan Anadolu Agency menyebutkan bahwa seorang perempuan Palestina berusia 80 tahun, Mariam Salim al-Hawamdeh, mengalami luka setelah diserang oleh pemukim Israel di wilayah Masafer Yatta, selatan Hebron, pada Kamis malam, 12 Februari 2026. Insiden tersebut terjadi di tengah rangkaian penggerebekan militer Israel di sejumlah wilayah Tepi Barat yang memicu bentrokan dan berdampak pada warga sipil.
Menurut aktivis pemantau pelanggaran di wilayah selatan Tepi Barat, Osama Makhamra, kelompok pemukim menyerang kawasan Khirbet Ghuwein dan memukul al-Hawamdeh menggunakan tongkat. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Kantor berita resmi Palestina juga melaporkan bahwa dua warga, Khalil Ismail al-Adra dan Hamza Mohammad al-Adra, ditangkap setelah pemukim bersenjata menyerang para penggembala. Saksi mata menyebutkan bahwa pemukim melepaskan ternak ke lahan milik warga sebelum pasukan Israel memasuki lokasi dan melakukan penangkapan.
Operasi militer Israel juga dilaporkan berlangsung di berbagai wilayah lain. Di Dura, sebelah barat Hebron, tentara melepaskan peluru dan gas air mata, menahan sejumlah warga, serta memaksa penutupan beberapa toko. Penggerebekan serupa terjadi di Husan dan al-Khadr di wilayah Bethlehem, serta di Beita, selatan Nablus, di mana bentrokan terjadi setelah warga menghadang kelompok pemukim. Di Jenin, seorang pemuda dilaporkan ditangkap.
Data resmi Palestina mencatat bahwa sejak konflik di Gaza meningkat, sedikitnya 1.112 warga Palestina tewas, sekitar 11.500 mengalami luka-luka, dan lebih dari 22.000 orang ditangkap di Tepi Barat. Selain itu, Palestinian Prisoners Club melaporkan terdapat 66 perempuan Palestina yang ditahan, termasuk tiga anak perempuan. Sejak konflik dimulai, lebih dari 680 perempuan telah ditangkap, dengan sebagian besar ditahan di Penjara Damon dan fasilitas interogasi lainnya.
Per 5 Februari, jumlah total warga Palestina yang ditahan di penjara Israel dilaporkan melebihi 9.300 orang, termasuk sekitar 350 anak-anak. (nun/avi)