Hubungi Kami
Palestina Terkini

Serangan Tentara Pendudukan Israel Ancam Kristen Bersejarah Palestina

29 Jan 2026 0 Suka
Serangan Tentara Pendudukan Israel Ancam Kristen Bersejarah Palestina
Uskup Dr. Imad Haddad dari Gereja Lutheran Injili di Yordania dan Tanah Suci mengatakan komunitas mereka terancam dengan serangan pendudukan tentara Israel. Ia menyampaikan bahwa seorang perempuan Kristen Palestina berusia 62 tahun, Najat Emil Jadallah, mengalami luka kepala serius setelah diserang di properti pribadinya di desa Birzeit, utara Ramallah. Akibat insiden tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pernyataan ini menyoroti situasi keamanan yang dihadapi warga Kristen Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Laporan Middle East Monitor pada Selasa (27/1/2026) mencatat meningkatnya kekerasan dan tekanan terhadap komunitas Kristen Palestina, yang merupakan salah satu komunitas Kristen tertua di dunia. Para pemimpin gereja memperingatkan bahwa desa dan kota Kristen bersejarah menghadapi risiko kehilangan penduduk akibat perebutan tanah, pembatasan akses, dan kekerasan berulang yang melulu dilakukan pemukim Israel. Beit Jala, kota Kristen di sebelah barat Betlehem, menjadi salah satu wilayah yang disorot. Kota ini telah mempertahankan keberadaan umat Kristen sejak abad ke-3 dan saat ini dihuni sekitar 11.000 warga Kristen dengan akar komunitas berbahasa Aram. Selama berabad-abad, gereja, sekolah, dan permukiman di Beit Jala membentuk bagian penting dari warisan Kristen di Tanah Suci. Namun, warga setempat melaporkan adanya tekanan yang mendorong mereka meninggalkan tanah leluhur. Menurut keterangan warga dan laporan media Katolik Palestina, pemukim Israel merebut lahan di sekitar Beit Jala serta menghalangi akses ke kebun zaitun dan lahan pertanian. Situasi ini disertai pembatasan pergerakan, pelecehan, dan kekerasan fisik, yang berdampak pada meningkatnya kemiskinan dan emigrasi. Uskup Haddad juga menyatakan bahwa ketika keluarga korban di Birzeit berusaha menghentikan serangan, pasukan Israel menembakkan gas air mata dan menangkap tiga warga Palestina, sementara pemukim tidak ditahan. Ia menyebut pencabutan pohon di lahan milik keluarga terkait komunitas gereja sebagai bagian dari rangkaian pelanggaran hak sipil. Secara historis, keberadaan Kristen di Palestina telah terdokumentasi sejak abad-abad awal Kekristenan. Namun, catatan sejarawan Palestina Dr. Salman Abu Sitta menunjukkan banyak komunitas kuno menghilang pasca-Nakba 1948. Temuan tersebut menegaskan bahwa komunitas Kristen dan Muslim Palestina mengalami dampak serupa, menimbulkan kekhawatiran atas keberlanjutan keberadaan Kristen Palestina di masa kini. (ain/avi)

Berita Terkait

Langkah Keji, Komite Knesset Setujui RUU Hukuman Mati bagi Warga Palestina
Palestina Terkini

Langkah Keji, Komite Knesset Setujui RUU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

Penjajah Israel sering kali mengadili warga Palestina tanpa proses peradilan yang diakui secara sah ...

26 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya
Pelapor Khusus PBB Kembali Kritik Dunia atas Pembiaran Pelanggaran HAM di Palestina
Palestina Terkini

Pelapor Khusus PBB Kembali Kritik Dunia atas Pembiaran Pelanggaran HAM di Palestina

Francesca Albanese, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk situasi hak asasi manusia di wil...

25 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya
Serangan Israel Berlanjut di Gaza Meski Ada Gencatan Senjata
Palestina Terkini

Serangan Israel Berlanjut di Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Serangan tentara pendudukan Israel kembali menewaskan warga Palestina di Jalur Gaza, menandai berlan...

24 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya