Palestina Terkini
Keraguan Warga Gaza di Tengah Klaim Fase Kedua Gencatan Senjata
22 Jan 2026
0 Suka
Hani Mahmoud, koresponden Aljazeera, melaporkan bahwa banyak warga Palestina di Gaza mengalami kesulitan memahami pembentukan sebuah dewan yang diklaim bertujuan membangun kembali wilayah tersebut, namun melibatkan individu-individu yang secara terbuka mendukung Israel.
Keraguan itu muncul ketika kehancuran masih meluas, serangan terus berlangsung, dan belum ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan dan korban yang terjadi.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa klaim Amerika Serikat mengenai dimulainya fase kedua gencatan senjata belum berdampak nyata. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pada Selasa, pesawat tempur tentara pendudukan Israel melancarkan serangan udara di Gaza tengah dan selatan.
Serangan dilaporkan terjadi di wilayah timur Khan Younis, serta penembakan senapan mesin di sekitar kamp pengungsi al-Bureij dan Deir al-Balah, meskipun gencatan senjata diberlakukan sejak 11 Oktober.
Di tengah kondisi tersebut, krisis kemanusiaan terus memburuk. Seorang bayi perempuan berusia tujuh bulan, Shatha Abu Jarad, meninggal di Kota Gaza akibat flu parah yang dipicu cuaca dingin ekstrem. Sumber medis menyebutkan bahwa jumlah anak yang meninggal akibat cuaca dingin sejak awal musim dingin kini mencapai sembilan, di tengah keterbatasan bantuan, pemanas, dan bahan bakar.
Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat total korban jiwa akibat agresi Israel mencapai 71.550 orang, dengan 171.365 luka-luka sejak 7 Oktober 2023. Sejak gencatan senjata berlaku, tercatat 465 korban jiwa tambahan dan 1.287 korban luka, serta 713 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Pekan lalu, utusan khusus AS Steve Witkoff mengumumkan fase kedua gencatan senjata dan pembentukan Dewan Perdamaian untuk mengawasi pemerintahan teknokratis pascaperang di Gaza.
Namun, menurut laporan Aljazeera, bagi banyak warga, pengumuman tersebut terasa jauh dari realitas sehari-hari yang masih diwarnai ketidakamanan, keterbatasan layanan, dan ketidakpastian tentang berlanjutnya gencatan senjata hingga hari berikutnya. (nun/avi)