Hubungi Kami
Palestina Terkini

Layanan Darah dan Uji Laboratorium Gaza dalam Kondisi Darurat

08 Jan 2026 0 Suka
Layanan Darah dan Uji Laboratorium Gaza dalam Kondisi Darurat
Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali menjadi sorotan seiring memburuknya kemampuan fasilitas kesehatan dalam menjalankan layanan dasar. Keterbatasan pasokan medis, terutama bahan laboratorium, memunculkan risiko serius terhadap keberlanjutan diagnosis dan perawatan pasien di berbagai rumah sakit dan pusat kesehatan. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Rabu (7/1/2025), Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan bahwa sekitar 75 persen reagen pemeriksaan biokimia saat ini tidak tersedia. Selain itu, sekitar 90 persen persediaan untuk pengujian dan transfusi darah telah habis. Kekosongan ini mengakibatkan penangguhan sejumlah besar layanan diagnostik vital di berbagai fasilitas kesehatan, sehingga mempersempit kapasitas sistem kesehatan dalam merespons kebutuhan pasien. Kementerian menjelaskan bahwa pemeriksaan medis bagi pasien endokrin, onkologi, serta penerima transplantasi ginjal telah dihentikan. Layanan laboratorium mendasar, termasuk hitung darah lengkap dan pemeriksaan elektrolit, tidak dapat dilakukan akibat ketiadaan bahan pendukung yang diperlukan. Krisis pasokan juga berdampak pada layanan mikrobiologi. Sekitar 72 persen reagen kultur bakteri dilaporkan tidak tersedia, menyusul terhentinya aliran pasokan ke laboratorium dan bank darah selama beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat proses diagnosis klinis dan pelaksanaan prosedur pembedahan di berbagai fasilitas kesehatan. Melalui pernyataan yang sama, Kementerian Kesehatan Gaza menyerukan kepada otoritas terkait dan organisasi internasional untuk segera melakukan intervensi dengan menyediakan pasokan laboratorium serta mengisi kembali stok bank darah. Langkah ini dipandang penting guna mencegah runtuhnya layanan kesehatan yang masih beroperasi. Peringatan tersebut disampaikan di tengah situasi kemanusiaan yang tetap berat meskipun gencatan senjata diumumkan mulai 10 Oktober 2025. Otoritas pendudukan Israel dinilai belum sepenuhnya memenuhi komitmen pembukaan perbatasan dan akses masuk bantuan. Sistem kesehatan Gaza kini dilaporkan hanya mampu menjalankan layanan penyelamatan nyawa, di tengah kerusakan infrastruktur luas dan estimasi biaya rekonstruksi sekitar 70 miliar dolar AS oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. (nun/avi)

Berita Terkait

Langkah Keji, Komite Knesset Setujui RUU Hukuman Mati bagi Warga Palestina
Palestina Terkini

Langkah Keji, Komite Knesset Setujui RUU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

Penjajah Israel sering kali mengadili warga Palestina tanpa proses peradilan yang diakui secara sah ...

26 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya
Pelapor Khusus PBB Kembali Kritik Dunia atas Pembiaran Pelanggaran HAM di Palestina
Palestina Terkini

Pelapor Khusus PBB Kembali Kritik Dunia atas Pembiaran Pelanggaran HAM di Palestina

Francesca Albanese, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk situasi hak asasi manusia di wil...

25 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya
Serangan Israel Berlanjut di Gaza Meski Ada Gencatan Senjata
Palestina Terkini

Serangan Israel Berlanjut di Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Serangan tentara pendudukan Israel kembali menewaskan warga Palestina di Jalur Gaza, menandai berlan...

24 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya