Palestina Terkini
Data Resmi Ungkap Penurunan Populasi Palestina dan Runtuhnya Layanan Dasar
31 Dec 2025
0 Suka
Situasi kemanusiaan di wilayah Palestina menunjukkan kemerosotan serius dalam dua tahun terakhir, ditandai oleh tekanan berlapis terhadap struktur sosial, kesehatan, dan demografi penduduk.
Laporan resmi yang dirilis oleh Biro Pusat Statistik Palestina/ Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) memberikan gambaran menyeluruh mengenai dampak konflik berkepanjangan yang berujung pada penurunan kualitas hidup penduduk sipil secara signifikan.
Lembaga tersebut mencatat bahwa sekitar 60.000 perempuan hamil berada dalam kondisi risiko kesehatan tinggi, sementara lebih dari 70 persen warga terpaksa mengandalkan sumber air minum yang tidak aman, situasi yang memicu meluasnya penyakit, terutama pada kelompok anak-anak.
Dalam pembaruan statistik akhir tahun yang dikutip oleh Quds News Network pada Rabu, 31 Desember, PCBS melaporkan bahwa sejak dimulainya serangan Israel pada Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina meninggal dunia, dengan 98 persen korban berada di Jalur Gaza. Hingga akhir Desember 2025, jumlah korban jiwa di Gaza tercatat mencapai 70.942 orang, termasuk 18.592 anak-anak dan sekitar 12.400 perempuan. Selain itu, sekitar 11.000 orang masih dinyatakan hilang.
Data yang sama menunjukkan bahwa lebih dari 171.000 warga mengalami luka-luka, sementara hampir dua juta penduduk terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka. Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat bahwa total penduduk yang terdampak langsung oleh perang, kebijakan kelaparan sistematis, dan pembersihan etnis telah mencapai lebih dari 2,4 juta jiwa.
Di wilayah Tepi Barat, eskalasi kekerasan juga berlangsung. Serangan militer dan aksi pemukim menyebabkan 1.102 orang meninggal dunia dan 9.034 lainnya mengalami cedera. Akumulasi dampak ini berkontribusi pada penurunan populasi Gaza sebesar 10,6 persen dalam kurun dua tahun. Secara keseluruhan, populasi Palestina saat ini diperkirakan berjumlah 5,56 juta jiwa, dengan 3,43 juta tinggal di Tepi Barat dan 2,13 juta di Gaza. Dalam skala global, jumlah penduduk Palestina mencapai 15,49 juta, termasuk 8,82 juta yang hidup di diaspora.
PCBS juga mencatat bahwa struktur demografi Palestina masih didominasi kelompok usia muda, dengan 36 persen penduduk berusia di bawah 15 tahun dan 64 persen di bawah 30 tahun. Namun, potensi demografis tersebut dihadapkan pada runtuhnya layanan dasar. Sistem kesehatan Gaza mengalami kehancuran luas, dengan 94 persen fasilitas medis rusak atau hancur. Hanya 19 rumah sakit yang masih beroperasi secara terbatas, menyediakan sekitar 2.000 tempat tidur bagi lebih dari dua juta penduduk.
Sektor pendidikan turut mengalami dampak berat. Lebih dari 179 sekolah hancur total dan 218 lainnya mengalami kerusakan. Pendidikan tinggi juga terdampak dengan hancurnya 63 gedung universitas. Korban jiwa di sektor ini mencakup 18.979 siswa dan 1.399 mahasiswa, bersama ratusan tenaga pendidik dan administrator.
Dari sisi ekonomi, produk domestik bruto Gaza menyusut hingga 84 persen dibandingkan tahun 2023, sementara perekonomian Tepi Barat turun 13 persen. Tingkat pengangguran melonjak tajam, dengan 46 persen angkatan kerja Palestina tidak terserap, terdiri atas 28 persen di Tepi Barat dan 78 persen di Gaza, atau sekitar 650.000 orang tanpa pekerjaan. Statistik ini menegaskan skala kerusakan multidimensional yang tengah dihadapi masyarakat Palestina. (nun/avi)