Hubungi Kami
Palestina Terkini

Abu Ubaidah Pernah Ungkap Keluarganya Terusir Sejak Nakba 1948, Kini Identitas Aslinya Terbuka

29 Dec 2025 0 Suka
Abu Ubaidah Pernah Ungkap Keluarganya Terusir Sejak Nakba 1948, Kini Identitas Aslinya Terbuka
Abu Ubaidah pernah menyatakan bahwa keluarganya terusir dari tanah asal mereka akibat peristiwa Nakba 1948 dan kemudian menetap di Jalur Gaza, di mana ia mengaku berada pada usia awal 20-an saat menyampaikan kesaksian tersebut. Keterangan inilah yang kembali disorot setelah sayap militer Hamas mengonfirmasi kematiannya dan untuk pertama kalinya mengungkap identitas asli sosok yang selama hampir dua dekade dikenal publik hanya melalui nama samaran. Sayap militer Hamas, Brigade Izz al-Din al-Qassam, pada Senin, 29 Desember 2025, mengumumkan juru bicara militer baru sekaligus menyampaikan kabar wafatnya Abu Ubaidah. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui rekaman pidato dan disiarkan media Arab, kelompok tersebut menyebut Abu Ubaidah tewas dalam serangan Israel di Gaza City pada Agustus sebelumnya. Pada kesempatan yang sama, mereka mengungkap bahwa nama asli Abu Ubaidah adalah Huzaifah Samir Abdullah Al-Kahlout, yang juga dikenal dengan nama Abu Ibrahim. Dalam pidato tersebut, juru bicara baru Brigade al-Qassam menyampaikan ungkapan duka atas kematian tokoh yang disebut sebagai figur senior dan kepala kantor media sayap militer Hamas. Ia menggambarkan Abu Ubaidah sebagai sosok yang selama puluhan tahun terlibat langsung dalam konfrontasi bersenjata dan komunikasi militer kelompok tersebut. Pernyataan itu menandai pertama kalinya identitas asli Abu Ubaidah dikonfirmasi secara terbuka oleh Hamas. Selain mengonfirmasi kematian Abu Ubaidah, pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Mohammed al-Sinwar, mantan komandan Brigade al-Qassam, tewas dalam operasi militer Israel pada Mei 2025. Sejumlah tokoh militer senior lainnya juga dipastikan meninggal, termasuk Raed Saad yang wafat pada awal bulan yang sama. Pengumuman tersebut memperlihatkan dampak signifikan operasi militer Israel terhadap struktur kepemimpinan militer Hamas sepanjang tahun 2025. Abu Ubaidah merupakan nama samaran yang digunakan Huzaifah Samir Abdullah Al-Kahlout selama menjalankan peran sebagai juru bicara militer Brigade al-Qassam. Ia menduduki posisi tersebut sejak pertengahan 2000-an dan menjadi satu-satunya figur yang secara konsisten menyampaikan pernyataan resmi militer Hamas kepada publik. Dalam berbagai penampilan, ia dikenal menyampaikan laporan lapangan, klaim operasi militer, serta pesan-pesan keras yang ditujukan kepada Israel. Ciri khas utama Abu Ubaidah adalah penampilannya yang selalu menutupi wajah dengan keffiyeh merah. Penampilan ini membuatnya dijuluki sebagai tokoh bertopeng di dunia Arab. Selama bertahun-tahun, informasi mengenai latar belakang pribadinya dijaga secara ketat. Sumber internal Hamas menyebut hanya segelintir orang yang mengetahui identitas aslinya sebelum kematiannya diumumkan. Popularitas Abu Ubaidah meningkat tajam setelah serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 dan perang yang kemudian berlangsung di Jalur Gaza. Sosoknya menjadi simbol komunikasi militer Hamas, dengan gaya penyampaian yang kemudian banyak ditiru dalam aksi demonstrasi dan kampanye solidaritas di sejumlah negara Arab. Namanya juga diabadikan dalam berbagai karya budaya populer, termasuk lagu-lagu bertema perlawanan. Dalam sebuah wawancara pada 2005, Abu Ubaidah pernah memberikan keterangan singkat mengenai latar keluarganya. Ia menyebut bahwa keluarganya termasuk di antara warga Palestina yang terusir akibat peristiwa Nakba 1948, sebuah eksodus besar-besaran yang mengiringi berdirinya negara Israel. Menurut pengakuannya saat itu, keluarganya kemudian menetap di Gaza, dan ia menyatakan dirinya berada pada usia awal 20-an, yang mengindikasikan tahun kelahiran pada pertengahan 1980-an. Nama “Abu Ubaidah” sendiri diambil dari Abu Ubaidah ibn al-Jarrah, salah satu sahabat Nabi Muhammad yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai panglima perang. Penggunaan nama tersebut mencerminkan simbolisme religius dan historis yang kerap diadopsi oleh kelompok bersenjata Palestina dalam membangun identitas dan narasi perjuangan. Penampilan publik pertama Abu Ubaidah sebagai juru bicara Brigade al-Qassam terjadi pada 2004, saat konferensi pers di tengah operasi darat Israel di Gaza utara. Sejak saat itu, ia menjadi figur utama dalam setiap pernyataan militer Hamas, termasuk pengumuman penangkapan tentara Israel Gilad Shalit pada 2006 dan pengumuman penahanan Shaul Aron dalam konflik Gaza 2014. Selama dua dekade terakhir, Israel disebut beberapa kali berupaya menargetkan Abu Ubaidah dalam operasi militer, termasuk dua percobaan sejak Oktober 2023. Pada April 2024, Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi terhadapnya dengan tuduhan memimpin operasi perang informasi Hamas. Konfirmasi kematiannya pada akhir 2025 menutup perjalanan panjang salah satu figur paling dikenal dalam komunikasi militer Hamas. (nun/avi)

Berita Terkait

Anak-Anak Palestina Alami Tekanan dalam Penahanan di Bawah Pendudukan
Palestina Terkini

Anak-Anak Palestina Alami Tekanan dalam Penahanan di Bawah Pendudukan

Pusat Pembelaan Tahanan Palestina menyampaikan bahwa anak-anak Palestina yang ditahan menghadapi met...

30 Jan 2026
0
Baca Selengkapnya
Serangan Tentara Pendudukan Israel Ancam Kristen Bersejarah Palestina
Palestina Terkini

Serangan Tentara Pendudukan Israel Ancam Kristen Bersejarah Palestina

Uskup Dr. Imad Haddad dari Gereja Lutheran Injili di Yordania dan Tanah Suci mengatakan komunitas me...

29 Jan 2026
0
Baca Selengkapnya
Kesaksian Pengacara Ungkap Perlakuan Keji Tentara Pendudukan terhadap Tawanan Perempuan Palestina
Palestina Terkini

Kesaksian Pengacara Ungkap Perlakuan Keji Tentara Pendudukan terhadap Tawanan Perempuan Palestina

Pengacara Hassan Abbadi menyampaikan keterangan mengenai perlakuan yang dialami seorang tawanan pere...

28 Jan 2026
0
Baca Selengkapnya