Palestina Terkini
Kekerasan terhadap Tahanan Perempuan Palestina Kembali Terungkap
24 Dec 2025
0 Suka
Kantor Media Tahanan Palestina menyatakan bahwa otoritas Israel memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan dan perlindungan para tahanan perempuan Palestina. Pernyataan ini disampaikan di tengah peringatan serius mengenai pola penindasan yang disebut terus berulang dan berpotensi menimbulkan dampak yang semakin berat bagi para tahanan.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa kondisi para perempuan yang ditahan berada dalam risiko nyata akibat praktik kekerasan yang dilaporkan berlangsung secara sistematis.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (22/12/2025), Kantor Media Tahanan Palestina mengungkapkan adanya berbagai bentuk kekerasan yang dialami perempuan Palestina yang ditahan di Penjara Damon, yang berlokasi di Haifa.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa aparat penjara melakukan tindakan represif, termasuk pemukulan dan pemaksaan pelepasan jilbab terhadap para tahanan perempuan.
Menurut keterangan lembaga tersebut sebagaimana dilansir kantor berita Anadolu, para sipir penjara memaksa tahanan perempuan keluar ke halaman penjara, menginstruksikan mereka untuk duduk di tanah, lalu melepas jilbab mereka secara paksa.
Dalam situasi tersebut, pemukulan dilaporkan terjadi, menambah daftar perlakuan yang dinilai merendahkan martabat dan melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.
Selain pemukulan, aparat penjara juga dilaporkan menggunakan anjing serta granat kejut terhadap para tahanan perempuan. Kantor Media Tahanan Palestina menyebut tindakan-tindakan ini sebagai pelanggaran yang terang-terangan terhadap seluruh hukum humaniter internasional dan norma-norma kemanusiaan yang seharusnya melindungi individu dalam tahanan, khususnya perempuan.
Akibat rangkaian kekerasan tersebut, sejumlah tahanan perempuan dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Insiden kekerasan ini, menurut laporan yang sama, tidak terjadi secara tunggal, melainkan berlangsung dalam sedikitnya empat kesempatan terpisah sepanjang bulan Desember. Fakta ini dinilai memperkuat kekhawatiran akan adanya pola perlakuan represif yang berulang.
Kantor Media Tahanan Palestina menegaskan kembali bahwa Israel bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan para tahanan perempuan dan memperingatkan adanya risiko serius apabila praktik-praktik penindasan tersebut terus dibiarkan.
Lembaga ini juga menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia serta lembaga kemanusiaan internasional untuk segera mengambil langkah nyata guna menghentikan apa yang mereka gambarkan sebagai peningkatan pelanggaran terhadap perempuan Palestina di Penjara Damon.
Sejalan dengan itu, organisasi-organisasi hak asasi manusia Israel dan Palestina melaporkan bahwa lebih dari 9.300 warga Palestina saat ini masih ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk perempuan dan anak-anak. Banyak dari mereka dilaporkan mengalami kekerasan fisik, kelaparan, serta pengabaian medis, kondisi yang dalam sejumlah kasus telah berujung pada kematian.
Dalam konteks yang lebih luas, sejak Oktober 2023, serangan Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan hampir 71.000 warga Palestina, dengan sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 orang lainnya. Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, militer Israel dan pemukim ilegal dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.102 warga Palestina dan melukai hampir 11.000 orang dalam periode yang sama. (nun/avi)