Dukungan Penerangan dan Air Bersih Menguatkan Respons Bencana di Aceh Tamiang
18 Dec 2025
0 Suka
Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI) bersama Rumah Amal Ukhuwah melaksanakan penyaluran bantuan kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari respons pascabencana banjir. Kegiatan ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak sekaligus mendukung pemulihan awal pada lokasi-lokasi yang masih menghadapi keterbatasan layanan publik. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan fokus pada fasilitas pendukung yang bersifat teknis dan logistik.
Bantuan yang didistribusikan mencakup generator set untuk penyediaan penerangan di titik-titik yang belum terjangkau aliran listrik. Ketersediaan listrik darurat dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga di posko pengungsian dan area permukiman yang terdampak. Selain itu, AVI menyalurkan mesin semprot air bertekanan tinggi yang digunakan untuk pembersihan lumpur dan sisa material pascabanjir, serta mesin pompa air untuk mempercepat pengeringan genangan di lingkungan warga.
Pada aspek pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan meliputi Al-Qur’an, paket sembako, air minum, serta tangki air bersih. Distribusi air bersih menjadi perhatian utama mengingat gangguan pada sumber air dan jaringan distribusi yang umum terjadi setelah banjir. Seluruh bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan mitra lokal dan relawan setempat untuk memastikan ketepatan sasaran serta kelancaran proses di lapangan.
Direktur Al-Quds Volunteers Indonesia, Dr Deni Syahid, menyampaikan bahwa fokus bantuan diarahkan pada kebutuhan yang mendesak dan berdampak langsung bagi aktivitas harian warga.
“Kami menyalurkan bantuan yang bersifat fungsional agar dapat segera digunakan masyarakat, terutama penerangan, air bersih, dan sarana pembersihan lingkungan,” ujar Deni Syahid. Ia menambahkan bahwa langkah ini dilakukan untuk mendukung upaya pemulihan awal sebelum proses rehabilitasi yang lebih luas berjalan.
Tim AVI Pusat turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk meninjau distribusi dan melakukan pemetaan wilayah terdampak. Kegiatan pemetaan ini mencakup identifikasi titik-titik yang masih membutuhkan dukungan tambahan, baik dari sisi logistik maupun sarana teknis.
Sinergi antara AVI dan Rumah Amal Ukhuwah tercermin dalam pembagian peran selama proses distribusi. Kolaborasi tersebut memungkinkan pengelolaan bantuan yang terkoordinasi, mulai dari pengadaan, pengiriman, hingga pemanfaatan di lokasi sasaran. Model kerja sama ini juga memudahkan relawan setempat dalam mengoperasikan peralatan bantuan dan mendampingi warga selama masa pemulihan.
Penyaluran bantuan di Aceh Tamiang berlangsung dalam konteks upaya kemanusiaan yang berkelanjutan. Selain bantuan fisik, kehadiran relawan dan distribusi Al-Qur’an menjadi bagian dari penguatan spiritual bagi warga terdampak. (nun/avi)