Hubungi Kami
Palestina Terkini

Krisis Gaza Memuncak, UNRWA Ungkap Ketergantungan Total Warga pada Bantuan

26 Nov 2025 0 Suka
Krisis Gaza Memuncak, UNRWA Ungkap Ketergantungan Total Warga pada Bantuan
Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza memasuki fase paling rapuh dalam sejarah modern kawasan tersebut. Meskipun terdapat jeda tembak, situasi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan dasar dua juta penduduk Gaza belum terpenuhi secara layak. Akses terbatas terhadap bantuan, kerusakan infrastruktur, serta minimnya dukungan pendanaan memperburuk kondisi kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak. Di tengah situasi tersebut, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menegaskan bahwa lebih dari 90 persen penduduk Gaza kini sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan. Banyak keluarga hanya mampu memperoleh satu kali makanan dalam kurun 24 jam, gambaran yang mencerminkan keterdesakan kebutuhan hidup di wilayah yang dilanda perang berkepanjangan. UNRWA menyampaikan bahwa meskipun gencatan senjata diterapkan, pembatasan akses bantuan oleh otoritas Israel tetap berlangsung. Penundaan masuknya staf internasional dan barang bantuan menyebabkan sekitar 6.000 truk makanan tertahan di titik penyeberangan. Dalam kondisi ideal, bantuan tersebut seharusnya dapat menopang kebutuhan warga secara signifikan. Namun, rata-rata hanya 170 truk yang berhasil melintas setiap hari, jauh di bawah kebutuhan minimum untuk mempertahankan stabilitas kehidupan jutaan penduduk yang terdampak. Badan PBB tersebut mengelola sekitar 100 tempat penampungan yang saat ini dihuni lebih dari 80.000 pengungsi. Kendati menghadapi keterbatasan logistik, UNRWA tetap berusaha menjaga keberlanjutan pendidikan. Program belajar jarak jauh diberikan kepada 300.000 siswa, sementara 50.000 lainnya memperoleh pembelajaran tatap muka. Sebanyak 44.000 anak mengikuti proses belajar di 330 ruang kelas sementara yang tersebar di 59 lokasi penampungan darurat. Minimnya fasilitas menyebabkan banyak anak belajar di atas tanah dingin tanpa meja atau kursi, situasi yang dinilai menghambat proses pendidikan dan mengikis rasa aman mereka. Kerusakan fasilitas pendidikan merupakan konsekuensi dari gempuran yang menghantam sekolah, permukiman, dan sarana publik lainnya. UNRWA terpaksa menjadikan berbagai tempat penampungan sebagai ruang belajar untuk mencegah hilangnya satu generasi. Lembaga internasional lainnya juga mengangkat kekhawatiran serupa, menyebut penghancuran infrastruktur sipil dan kelaparan sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan. UNRWA menekankan bahwa penyediaan fasilitas sederhana seperti meja dan kursi kini menjadi langkah penyelamatan penting karena dapat memberikan rasa stabilitas bagi anak-anak Gaza sekaligus membuka ruang harapan akan masa depan yang lebih baik. Sementara itu, sektor kesehatan tidak berada dalam kondisi yang lebih baik. Lebih dari 15.000 pasien mendatangi tujuh klinik dan 35 titik medis keliling setiap hari. Sejak 7 Oktober, total kunjungan mencapai lebih dari 15 juta kunjungan, dengan tingkat malnutrisi tercatat menyentuh 90 persen. Situasi operasional UNRWA juga terpukul berat. Sebanyak 380 anggota staf gugur sejak awal konflik, dan sekitar 90 persen dari 300 fasilitas yang dikelola rusak atau hancur. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran dunia mengenai stabilitas sistem penyelamatan terakhir di Gaza. Selain dampak fisik, tantangan finansial semakin mempersempit ruang gerak UNRWA. Setelah Amerika Serikat menghentikan kontribusi tahunan sebesar 360 juta dolar, badan ini menghadapi defisit sekitar 200 juta dolar. Di saat yang sama, kampanye global bernilai jutaan dolar berupaya mendiskreditkan UNRWA melalui tuduhan yang telah dibantah banyak negara dan lembaga internasional. Berbagai pihak menyatakan bahwa tekanan politik dan gangguan pendanaan memperparah penderitaan warga Gaza yang sangat bergantung pada bantuan, sementara blokade dan kerusakan fasilitas dasar semakin menekan kehidupan publik di wilayah tersebut. (nun/avi)

Berita Terkait

Langkah Keji, Komite Knesset Setujui RUU Hukuman Mati bagi Warga Palestina
Palestina Terkini

Langkah Keji, Komite Knesset Setujui RUU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

Penjajah Israel sering kali mengadili warga Palestina tanpa proses peradilan yang diakui secara sah ...

26 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya
Pelapor Khusus PBB Kembali Kritik Dunia atas Pembiaran Pelanggaran HAM di Palestina
Palestina Terkini

Pelapor Khusus PBB Kembali Kritik Dunia atas Pembiaran Pelanggaran HAM di Palestina

Francesca Albanese, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk situasi hak asasi manusia di wil...

25 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya
Serangan Israel Berlanjut di Gaza Meski Ada Gencatan Senjata
Palestina Terkini

Serangan Israel Berlanjut di Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Serangan tentara pendudukan Israel kembali menewaskan warga Palestina di Jalur Gaza, menandai berlan...

24 Mar 2026
0
Baca Selengkapnya