Serangan Pemukim Ilegal di Kota Tel Berujung Empat Warga Palestina Gugur
25 Jul 2026
0 Suka
Sekretaris Gerakan Fatah di Kota Tel, Issam Al-Saifi, melaporkan bahwa pemukim teroris Israel sempat menyerang dua rumah warga di bagian timur kota. Namun, penduduk setempat melakukan perlawanan hingga kelompok penyerang dipaksa mundur. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas setelah para pemukim kembali melancarkan serangan dengan dukungan pasukan pendudukan Israel.
Peristiwa yang terjadi di Kota Tel, barat daya Nablus, pada Jumat (24/7/2026) itu berakhir dengan gugurnya empat warga Palestina dari satu keluarga serta sejumlah korban luka, menandai meningkatnya kekerasan di wilayah Tepi Barat.
"Pemukim menyerang dua rumah di bagian timur kota, tetapi penduduk menghadapi mereka dan memaksa mereka mundur," ujar Issam Al-Saifi saat menjelaskan kronologi awal kejadian.
Menurut keterangannya, situasi tidak mereda setelah serangan pertama berhasil dipatahkan. Sekitar tiga puluh menit kemudian, kelompok pemukim kembali memasuki wilayah barat kota. Bentrokan pun terjadi ketika warga berupaya mempertahankan lingkungan mereka, sementara pasukan Israel memasuki kawasan tersebut.
"Setengah jam kemudian mereka kembali menyerang dari sisi barat kota, sehingga terjadi bentrokan antara warga dengan para pemukim dan tentara pendudukan yang datang memberi perlindungan kepada mereka," katanya, dikutip dari kantor berita Palestina, WAFA.
Al-Saifi menyebutkan bahwa dalam insiden tersebut pasukan Israel bersama para pemukim melepaskan tembakan ke arah warga sipil. Empat warga Palestina dilaporkan meninggal dunia, termasuk dua orang bersaudara beserta seorang sepupu mereka. Selain itu, empat warga lainnya mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya berada dalam kondisi kritis menurut laporan Kementerian Kesehatan Palestina.
Setelah bentrokan berlangsung, pasukan Israel menetapkan Kota Tel sebagai zona militer tertutup. Sementara itu, keberadaan para pemukim di sejumlah titik sekitar kota masih terus dipertahankan sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina juga melaporkan bahwa sehari sebelumnya empat warga Palestina, termasuk seorang anak, meninggal dunia dalam insiden terpisah di Beit Furik, Jenin, dan pos pemeriksaan Kamp Pengungsi Shuafat. Berdasarkan data kementerian tersebut, sejak awal tahun ini sedikitnya 87 warga sipil Palestina telah meninggal dunia di Tepi Barat, termasuk 21 orang yang dilaporkan menjadi korban serangan pemukim.
Rangkaian peristiwa ini kembali memperlihatkan tingginya eskalasi keamanan di Tepi Barat, di tengah terus berlanjutnya bentrokan antara warga Palestina, pemukim Israel, dan pasukan pendudukan di berbagai wilayah. (nun/avi)