Pusat HAM Soroti Krisis Air yang Kian Memburuk di Palestina
29 Jun 2026
0 Suka
Pusat Hak Asasi Manusia Gaza (Palestinian Centre for Human Rights/PCHR) pada Sabtu (27/6/2026) menyatakan bahwa kelangkaan air dan memburuknya krisis kemanusiaan di Palestina merupakan akibat langsung dari kebijakan yang, menurut organisasi tersebut, secara sistematis menargetkan fondasi kehidupan sipil, khususnya infrastruktur air dan sanitasi. Pernyataan itu disampaikan di tengah semakin terbatasnya akses masyarakat Gaza terhadap air bersih dan layanan sanitasi dasar.
Dalam pernyataannya, PCHR menyebut kerusakan jaringan distribusi air, instalasi pengolahan limbah, sumur, serta fasilitas pendukung lainnya telah memperparah kondisi kehidupan warga sipil. Organisasi tersebut menyatakan, “Kelangkaan air dan memburuknya krisis kemanusiaan merupakan akibat langsung dari kebijakan sistematis yang menargetkan fondasi kehidupan sipil, terutama infrastruktur air dan sanitasi.”
Krisis air di Gaza telah menjadi perhatian berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak meningkatnya konflik pada Oktober 2023. Menurut Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), sebagian besar anak-anak di Gaza menghadapi keterbatasan akses terhadap air minum yang aman. UNICEF berulang kali memperingatkan bahwa minimnya pasokan air bersih meningkatkan risiko penyebaran penyakit, terutama di kawasan pengungsian yang padat penduduk.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan bahwa kerusakan sistem air dan sanitasi berdampak langsung pada layanan kesehatan. Rumah sakit dan pusat kesehatan di Gaza menghadapi kesulitan mempertahankan operasional akibat terbatasnya pasokan air bersih, bahan bakar, dan listrik yang diperlukan untuk menjalankan fasilitas medis.
Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat bahwa jutaan warga Gaza masih bergantung pada distribusi air melalui truk tangki dan bantuan kemanusiaan. Dalam sejumlah laporan situasi, OCHA menyebut kerusakan infrastruktur serta terbatasnya akses perbaikan menjadi faktor yang menghambat pemulihan layanan dasar bagi masyarakat.
Reuters dan Associated Press juga melaporkan bahwa krisis air menjadi salah satu tantangan kemanusiaan paling mendesak di Gaza. Selain memengaruhi kesehatan masyarakat, keterbatasan air bersih berdampak pada sanitasi, penyediaan makanan, dan upaya pencegahan penyakit menular.
PCHR kembali menyerukan perlindungan terhadap infrastruktur sipil sesuai ketentuan hukum humaniter internasional serta peningkatan akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza.
Sejumlah badan PBB juga terus mendesak agar kebutuhan dasar warga sipil, termasuk air bersih, sanitasi, pangan, dan layanan kesehatan, dapat dipenuhi tanpa hambatan di tengah krisis yang masih berlangsung. (nuna/avi)