Persediaan Kebutuhan Pokok Gaza Tidak Mencukupi di Tengah Pembatasan
Persediaan kebutuhan pokok di Jalur Gaza tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara upaya pengisian kembali stok kemanusiaan menghadapi kekurangan dana dan pembatasan yang terus berlanjut. Kondisi tersebut disampaikan Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers pada Rabu (9/9/2026) malam.
Mengutip mitra kemanusiaan PBB, Dujarric mengatakan keterbatasan persediaan berlangsung ketika akses lembaga kemanusiaan untuk memasok kembali kebutuhan dasar masih menghadapi berbagai kendala. Situasi itu membuat kemampuan mitra PBB dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok di Gaza tetap terbatas.
Persoalan pasokan tersebut berlangsung bersamaan dengan berlanjutnya serangan udara Israel dan serangan lainnya di wilayah berpenduduk. Menurut Dujarric, serangan tersebut membahayakan warga sipil sekaligus menyebabkan kerusakan pada properti.
Salah satu serangan terjadi pada Selasa di sebuah bangunan di kamp pengungsi Al-Bureij, dekat Deir al-Balah. Bangunan tersebut menampung dua sekolah PBB yang digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi pengungsi, sekaligus sebuah toko roti yang didukung PBB.
Serangan itu mengakibatkan sekitar 100 keluarga kehilangan rumah dan harta benda mereka. Peristiwa tersebut menambah persoalan bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung sekaligus akses terhadap kebutuhan dasar dan bantuan kemanusiaan.
Dujarric kembali menekankan pentingnya menghormati warga sipil dan objek sipil setiap saat, termasuk tempat penampungan serta fasilitas kemanusiaan.
Keterbatasan persediaan menjadi perhatian penting karena mitra kemanusiaan PBB masih harus menghadapi kekurangan dana dan pembatasan dalam mengisi kembali stok bantuan. Dalam kondisi seperti ini, dukungan terhadap penyediaan makanan menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan masyarakat, termasuk melalui program Makan Bergizi Gaza (MBG) yang digulirkan Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI).
Program tersebut dapat menjadi bagian dari dukungan bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Gaza, ketika ketersediaan kebutuhan pokok masih menghadapi keterbatasan. Bagi warga yang bergantung pada bantuan kemanusiaan, keberlanjutan dukungan pangan tetap berkaitan langsung dengan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. (avi/nun)