Pemerintah Provinsi Yerusalem Sebut Serangan Israel Lukai Perempuan dan Lansia Palestina
28 Jul 2026
0 Suka
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan bahwa pasukan pendudukan Israel melukai sejumlah warga Palestina, termasuk perempuan dan orang lanjut usia, dalam serangan yang terjadi pada Senin (27/7/2026) malam di komunitas Badui Al-Arara, dekat Jaba, wilayah Yerusalem Timur yang diduduki. Insiden tersebut kembali menambah daftar kekerasan yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut keterangan Pemerintah Provinsi Yerusalem, operasi itu dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel yang didukung personel militer. Serangan menyasar permukiman warga sipil dan mengakibatkan beberapa korban mengalami luka. Di tengah situasi tersebut, akses tim medis untuk memberikan pertolongan pertama disebut sempat dihambat.
"Pasukan pendudukan Israel menyerang penduduk komunitas Badui Al-Arara di dekat Jaba dan melukai beberapa warga Palestina, sementara tim ambulans dicegah untuk mencapai para korban," demikian pernyataan Pemerintah Provinsi Yerusalem dikutip AVI dari kantor berita Turki, Anadolu Agency.
Palang Merah Palestina kemudian menyampaikan bahwa personelnya pada awalnya tidak diizinkan memasuki lokasi kejadian. Setelah memperoleh akses, mereka berhasil mengevakuasi dua warga Palestina yang terluka menuju rumah sakit di Jaba untuk mendapatkan penanganan medis.
Ketegangan juga dilaporkan terjadi di sekitar bundaran Jaba. Berdasarkan keterangan sumber-sumber lokal, pasukan pendudukan Israel melemparkan batu ke arah kendaraan warga Palestina sehingga menyebabkan sejumlah mobil mengalami kerusakan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pada waktu yang hampir bersamaan, pasukan Israel dilaporkan menahan Qusai Ghaith, putra Gubernur Yerusalem Adnan Ghaith, setelah melakukan penggerebekan di kawasan Silwan, Yerusalem Timur. Sumber setempat menyebut Qusai mengalami pemukulan sebelum dibawa ke pusat penahanan dan interogasi di Yerusalem.
Rangkaian operasi juga berlangsung di wilayah lain di Tepi Barat. Di Desa Deir Ammar, sebelah barat Ramallah, pasukan pendudukan dilaporkan menyita sebuah rumah yang masih dalam tahap pembangunan milik warga Palestina bernama Ezzedine Tahseen. Sementara di Desa Burqa, timur Ramallah, pasukan pendudukan memasuki kandang ternak milik seorang petani Palestina dan dilaporkan berupaya membawa ternaknya. Warga setempat kemudian berkumpul dan memaksa mereka meninggalkan lokasi.
Di selatan Nablus, pasukan pendudukan melepaskan tembakan saat melakukan operasi di sekitar Desa Asira al-Qibliya sebelum memasuki kawasan tersebut. Hingga laporan ini disampaikan, tidak terdapat informasi mengenai korban luka maupun penangkapan dalam operasi tersebut.
Perkembangan terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah bentrokan di Kota Tell, dekat Nablus, yang menurut sumber Palestina menewaskan empat warga Palestina. Menyusul peristiwa itu, pasukan Israel memperketat pengepungan terhadap Nablus dan wilayah sekitarnya, melakukan penangkapan dalam skala besar, serta mengumumkan persiapan operasi militer yang lebih luas di kawasan Tepi Barat.
Berdasarkan data resmi Palestina, sejak Oktober 2023 sedikitnya 1.182 warga Palestina dilaporkan tewas di Tepi Barat, ribuan lainnya mengalami luka-luka, sementara sekitar 24.000 orang telah ditangkap dalam berbagai operasi yang berlangsung di wilayah tersebut. (nun/avi)