Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Pelapor PBB Terus Melangkah di Tengah Tekanan Politik atas Laporannya tentang Gaza

15 Apr 2026 0 Suka
Pelapor PBB Terus Melangkah di Tengah Tekanan Politik atas Laporannya tentang Gaza
Kita yang selama ini enggan bersuara untuk membela Palestina patut malu denan sikap tegar yang ditunjukkan oleh Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese. Perempuan aktifis kemanusiaan asal Italia dengan 2 anak ini menegaskan bahwa tekanan politik tidak akan menghentikan upaya advokasi yang ia lakukan. Dalam sejumlah pernyataan publik, ia menyatakan bahwa perjuangan untuk menyoroti situasi kemanusiaan di Gaza akan terus berlanjut. “Kebebasan saya hari ini lebih kuat daripada rasa takut saya,” ujarnya dalam sebuah wawancara. “Kekalahan hanya terjadi ketika kita berhenti berjuang.” Albanese juga menyatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan pemerintah Amerika Serikat terhadap dirinya merupakan bentuk tekanan politik yang ditujukan untuk membatasi dokumentasi terkait konflik di Gaza. Dalam wawancara dengan jurnalis Julian Borger dari The Guardian, ia menyebut langkah tersebut menempatkannya “dalam kategori yang sama dengan pembunuh massal dan pengedar narkoba,” serta dijatuhkan tanpa proses pembelaan yang memadai. Sanksi tersebut diumumkan pada Juli 2025 oleh pemerintahan Presiden Donald Trump setelah Albanese menerbitkan laporan berjudul Anatomi Genosida pada Maret 2024. Laporan tersebut membahas dampak operasi militer di Gaza serta menyerukan penyelidikan internasional terhadap kemungkinan pelanggaran hukum humaniter. Media internasional seperti Reuters dan BBC melaporkan bahwa laporan tersebut memicu perdebatan luas di forum internasional mengenai akuntabilitas dalam konflik Israel–Palestina. Albanese mengatakan bahwa sanksi tersebut berdampak langsung pada kehidupannya. Ia mengungkapkan bahwa apartemennya di Washington disita, rekening banknya dibekukan, serta akses ke sistem keuangan internasional yang terhubung dengan Amerika Serikat menjadi terbatas. Selain tekanan finansial, ia juga melaporkan menerima ancaman terhadap keselamatannya dan keluarganya setelah laporan tersebut dipublikasikan. Albanese menyebut kampanye tekanan juga berdampak pada suaminya, Massimiliano Cali, yang sebelumnya bekerja di Bank Dunia. Sebagai tanggapan, Albanese dan keluarganya mengajukan gugatan di pengadilan federal Washington terhadap pemerintah AS. Gugatan tersebut menuduh adanya pelanggaran terhadap hak konstitusional, termasuk kebebasan berekspresi dan perlindungan terhadap penyitaan tanpa proses hukum. Di tengah kontroversi tersebut, Albanese tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai pelapor khusus PBB dan terus menyampaikan laporan mengenai situasi kemanusiaan di wilayah Palestina. Media internasional mencatat bahwa isu Gaza tetap menjadi salah satu perhatian utama dalam forum hak asasi manusia global. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Pidato Terakhir Guterres di Majelis Umum PBB Tegaskan Penghancuran Palestina Tak Boleh Diabaikan
Palestina Terkini

Pidato Terakhir Guterres di Majelis Umum PBB Tegaskan Penghancuran Palestina Tak Boleh Diabaikan

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menggunakan pidato terakhirnya pada pembukaan Sidang Umum ...

23 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya
Palestina Terkini

Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memimpin ratusan pemukim Israel memasuki kompleks M...

22 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Reruntuhan Gaza Masih Menyimpan Korban, 831 Jenazah Telah Ditemukan
Palestina Terkini

Reruntuhan Gaza Masih Menyimpan Korban, 831 Jenazah Telah Ditemukan

Sebanyak 831 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan di Jalur Gaza sejak gencatan senjata berl...

21 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya