Krisis Pangan Gaza Masuki Fase Paling Parah Menurut Sistem Pemantauan Global
30 Jun 2026
0 Suka
Laporan para ahli ketahanan pangan yang tergabung dalam Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sistem pemantauan ketahanan pangan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk pertama kalinya pada Agustus 2025 mengonfirmasi terjadinya kondisi kelaparan di Kota Gaza dan wilayah sekitarnya.
Dalam pembaruan analisis tersebut, IPC menaikkan klasifikasi situasi pangan di Gaza ke Fase 5 atau Catastrophe/Famine, yaitu tingkat tertinggi dalam skala ketahanan pangan yang menandakan kondisi paling parah.
IPC menjelaskan bahwa penetapan Fase 5 didasarkan pada indikator yang mencakup kekurangan pangan ekstrem, meningkatnya malnutrisi akut, serta tingginya risiko kematian akibat kelaparan. Analisis tersebut disusun oleh para pakar dari berbagai lembaga internasional, termasuk Program Pangan Dunia PBB (WFP), Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), UNICEF, dan sejumlah organisasi kemanusiaan yang tergabung dalam mekanisme IPC.
Dikutip dari BBC, Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menyatakan bahwa tragedi tersebut sebenarnya dapat dicegah apabila bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat secara memadai.
Dalam keterangannya, Fletcher mengatakan, “Kelaparan ini sebenarnya bisa dicegah. Makanan tersedia, tetapi tidak dapat masuk kepada mereka yang membutuhkannya.” Ia juga menyatakan bahwa kerusakan luas terhadap infrastruktur sipil dan hambatan terhadap distribusi bantuan telah memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.
Laporan WFP dan FAO menunjukkan bahwa konflik dan pendudukan berkepanjangan telah menyebabkan kerusakan besar pada lahan pertanian, fasilitas penyimpanan pangan, pasar tradisional, serta jaringan distribusi makanan. Di sisi lain, OCHA melaporkan sebagian besar penduduk Gaza masih bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sementara sistem kesehatan menghadapi tekanan akibat meningkatnya kasus malnutrisi, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.
Di tengah situasi tersebut, berbagai lembaga kemanusiaan terus berupaya menghadirkan bantuan langsung kepada masyarakat. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gaza (MBG) yang digulirkan Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI).
Program MBG yang dapat diakses melalui tautan https://www.alqudsvolunteers.id/program/mbg/ ini menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, keluarga pengungsi, perempuan, lansia, dan kelompok rentan yang terdampak krisis pangan.
Bantuan pangan yang cepat, aman, dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah memburuknya kondisi kemanusiaan. Dukungan terhadap inisiatif seperti Program Makan Bergizi Gaza menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Setiap dukungan yang diberikan akan memperkuat upaya penyediaan makanan bergizi bagi warga Gaza serta menjadi bagian dari solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi salah satu krisis pangan paling berat di dunia saat ini. (nun/avi)