Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Konflik Israel-Iran Picu Kekhawatiran Regional dan Dampak Kemanusiaan

03 Mar 2026 0 Suka
Konflik Israel-Iran Picu Kekhawatiran Regional dan Dampak Kemanusiaan
Peneliti senior Institut Studi Al Jazeera, Dr. Liqaa Makki, menyatakan bahwa operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel tidak hanya menyasar Iran, tetapi berpotensi berdampak pada negara-negara lain di kawasan, termasuk negara Arab, Pakistan, dan Turki. Dalam analisis yang disiarkan Al Jazeera, ia menilai dinamika konflik yang berkembang dapat mengubah keseimbangan geopolitik regional. “Target operasi ini tidak terbatas pada Iran saja, tetapi juga dapat memengaruhi negara-negara Arab, Pakistan, dan Turki,” ujar Makki. Ia menambahkan bahwa dalam situasi tersebut “Israel menjadi satu-satunya pihak yang diuntungkan dari kondisi konflik yang meluas.” Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi militer antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang memicu kekhawatiran internasional. Laporan Reuters mencatat bahwa serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 memperluas ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu respons militer dari Teheran. Beberapa laporan media internasional menyebut operasi tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran. Perkembangan konflik ini memicu reaksi global serta seruan de-eskalasi dari sejumlah negara dan organisasi internasional. Makki menjelaskan bahwa Washington dan Tel Aviv kemungkinan tidak akan menghentikan operasi militer dalam waktu dekat. “Serangan ini dapat terus berlanjut hingga tercapai kondisi yang dianggap cocok untuk fase konflik berikutnya,” katanya. Menurutnya, strategi tersebut juga berpotensi memicu ketidakstabilan di wilayah pinggiran Iran yang memiliki keragaman etnis dan politik. Sejumlah laporan juga menunjukkan bahwa konflik ini telah menimbulkan korban jiwa dan dampak kemanusiaan yang luas. Data awal yang dihimpun berbagai lembaga menunjukkan ratusan orang telah meninggal dalam beberapa hari pertama eskalasi militer, sementara serangan balasan terjadi di sejumlah wilayah Timur Tengah. Di saat yang sama, ketegangan regional juga memengaruhi situasi di wilayah Palestina. Penutupan sementara Masjid Al-Aqsa selama Ramadan oleh otoritas Israel serta pembatasan akses bagi jamaah menambah ketegangan di Yerusalem Timur. Laporan Al Jazeera menyebut Israel membatasi jumlah warga Palestina yang dapat memasuki kompleks masjid, dengan hanya sebagian kecil jamaah yang diizinkan untuk menghadiri salat Jumat Ramadan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Makki, perkembangan konflik menunjukkan bahwa dimensi militer kini berkaitan erat dengan dinamika politik dan keamanan regional yang lebih luas. Ia menilai bahwa eskalasi konflik berpotensi memperluas dampak krisis di Timur Tengah jika tidak diikuti langkah diplomasi yang efektif dari komunitas internasional. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Pidato Terakhir Guterres di Majelis Umum PBB Tegaskan Penghancuran Palestina Tak Boleh Diabaikan
Palestina Terkini

Pidato Terakhir Guterres di Majelis Umum PBB Tegaskan Penghancuran Palestina Tak Boleh Diabaikan

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menggunakan pidato terakhirnya pada pembukaan Sidang Umum ...

23 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya
Palestina Terkini

Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memimpin ratusan pemukim Israel memasuki kompleks M...

22 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Reruntuhan Gaza Masih Menyimpan Korban, 831 Jenazah Telah Ditemukan
Palestina Terkini

Reruntuhan Gaza Masih Menyimpan Korban, 831 Jenazah Telah Ditemukan

Sebanyak 831 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan di Jalur Gaza sejak gencatan senjata berl...

21 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya