Hubungi Kami
Palestina Terkini

Data Terbaru Laporkan Ribuan Ibu dan Bayi Gaza Terdampak Krisis Kesehatan

21 Jan 2026 0 Suka
Data Terbaru Laporkan Ribuan Ibu dan Bayi Gaza Terdampak Krisis Kesehatan
Laporan terbaru Physicians for Human Rights yang disusun bersama Global Human Rights Clinic Fakultas Hukum Universitas Chicago dan Physicians for Human Rights-Israel mencatat dampak serius konflik bersenjata terhadap kesehatan ibu dan bayi di Gaza. Mereka mendata, dalam periode Januari hingga Juni 2025, tercatat 2.600 kasus keguguran, 220 kematian terkait kehamilan, 1.460 kelahiran prematur, lebih dari 1.700 bayi lahir dengan berat badan rendah, serta lebih dari 2.500 bayi memerlukan perawatan intensif neonatal. Data tersebut menggambarkan tekanan berat terhadap sistem kesehatan maternal dan neonatal di wilayah tersebut. Situasi kemanusiaan itu tercermin juga dalam peristiwa meninggalnya seorang bayi perempuan berusia 27 hari bernama Aisha Ayesh al-Agha pada Sabtu, 17 Januari 2026. Otoritas kesehatan Gaza menyatakan bayi tersebut meninggal akibat paparan cuaca dingin ekstrem. Sumber medis mengonfirmasi bahwa Aisha wafat sebelum dapat diselamatkan setelah dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Kematian ini menambah jumlah anak yang meninggal akibat hipotermia sejak awal musim dingin menjadi delapan orang. Laporan medis internasional juga mendokumentasikan kondisi ibu di Gaza yang menghadapi keterbatasan layanan kesehatan akibat kekurangan bahan bakar, terhambatnya pasokan medis, pengungsian massal, serta berlanjutnya pengeboman. Banyak keluarga terpaksa tinggal di kamp pengungsian berbentuk tenda dengan kepadatan tinggi. Pada bulan-bulan awal 2025, sekitar 17.000 kelahiran tercatat di Gaza, menurun 41 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022. UNICEF melalui juru bicaranya, James Elder, menyebutkan bahwa lebih dari 100 anak dilaporkan tewas sejak gencatan senjata diberlakukan Oktober lalu. Kondisi diperparah oleh badai musim dingin yang menyebabkan banjir dan kerusakan di kamp pengungsian. Pada Selasa, 13 Januari, angin kencang merobohkan dinding dan menimpa tenda pengungsi, menewaskan sedikitnya empat orang. Otoritas kesehatan juga melaporkan seorang bayi berusia satu tahun meninggal akibat hipotermia pada Selasa malam. Sejak gencatan senjata, sedikitnya 464 warga Palestina dilaporkan tewas dan hampir 1.280 lainnya terluka. (nun/avi)

Berita Terkait

Serangan Brutal di Qalandiya Terjadi di Tengah Ekspansi Permukiman Israel
Palestina Terkini

Serangan Brutal di Qalandiya Terjadi di Tengah Ekspansi Permukiman Israel

Sejak memperoleh kewenangan atas urusan sipil di Tepi Barat yang diduduki, Menteri Keuangan Israel B...

07 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya
Pemerintah Yerusalem Cemaskan Pembersihan Lahan di Kota Jaba' sebagai Proyek Kolonial
Palestina Terkini

Pemerintah Yerusalem Cemaskan Pembersihan Lahan di Kota Jaba' sebagai Proyek Kolonial

Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan bahwa perintah otoritas Israel pada Kamis (6/8/2026) untuk ...

06 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya
Serangan di Desa Far'ata Meluas, Petani Palestina Terancam Kehilangan Akses ke Lahan Penghidupan
Palestina Terkini

Serangan di Desa Far'ata Meluas, Petani Palestina Terancam Kehilangan Akses ke Lahan Penghidupan

Serangan-serangan yang dilancarkan pemukim ilegal dibantu tentara pendudukan di Desa Far'ata, sebela...

05 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya