Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Anak-Anak Palestina Alami Tekanan dalam Penahanan di Bawah Pendudukan

30 Jan 2026 0 Suka
Anak-Anak Palestina Alami Tekanan dalam Penahanan di Bawah Pendudukan
Pusat Pembelaan Tahanan Palestina menyampaikan bahwa anak-anak Palestina yang ditahan menghadapi metode interogasi yang keras dan menekan. Anak-anak tersebut dilaporkan menjalani pemeriksaan selama berjam-jam tanpa kehadiran orang tua maupun penasihat hukum, disertai ancaman dan intimidasi untuk memaksa pengakuan. Dalam sejumlah kasus, mereka dipaksa menandatangani dokumen tertulis dalam bahasa yang tidak mereka pahami, yang kemudian dijadikan dasar penjatuhan hukuman. Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (29/1/2025), lembaga tersebut memperingatkan peningkatan kebijakan penangkapan anak oleh otoritas pendudukan Israel. Praktik ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kelompok yang dilindungi hukum internasional, mengingat dampak jangka panjangnya terhadap kondisi psikologis, fisik, serta masa depan pendidikan dan kehidupan sosial anak-anak tersebut. Disebutkan bahwa setiap tahun ratusan anak Palestina ditangkap, dengan jumlah anak yang saat ini ditahan melebihi 350 orang, mayoritas berasal dari Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki, serta sebagian dari Jalur Gaza. Penangkapan anak-anak umumnya dilakukan melalui penggerebekan malam hari di rumah keluarga. Operasi tersebut melibatkan tindakan kekerasan, penimbulan rasa takut, pemborgolan, penutupan mata, dan pemindahan ke pusat interogasi, yang bertentangan dengan perlindungan hukum khusus bagi anak di bawah umur. Di Tepi Barat, sebagian besar anak diadili di pengadilan militer Israel, sementara di Yerusalem diterapkan kebijakan tahanan rumah, pengasingan, dan denda finansial. Untuk Jalur Gaza, meski dokumentasi terbatas akibat perang dan pengepungan, laporan HAM dan PBB mencatat adanya penangkapan anak selama operasi militer, disertai kondisi penahanan yang keras, kekurangan makanan, dan layanan kesehatan. Kondisi penahanan secara umum dilaporkan tidak memenuhi standar kemanusiaan minimum, termasuk kepadatan berlebih, gizi buruk, dan minimnya akses pendidikan. Pusat Pembelaan Tahanan Palestina juga mendokumentasikan kasus-kasus individual, termasuk penahanan anak berusia lima belas tahun dari Silwad dan seorang anak perempuan berusia dua belas tahun dari Yerusalem yang dibebaskan dengan syarat ketat. Lembaga tersebut menegaskan bahwa praktik ini melanggar Konvensi Hak-Hak Anak dan Konvensi Jenewa Keempat, serta mencatat total sekitar 9.300 warga Palestina ditahan di berbagai fasilitas penahanan Israel, termasuk perempuan dan anak-anak. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Pidato Terakhir Guterres di Majelis Umum PBB Tegaskan Penghancuran Palestina Tak Boleh Diabaikan
Palestina Terkini

Pidato Terakhir Guterres di Majelis Umum PBB Tegaskan Penghancuran Palestina Tak Boleh Diabaikan

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menggunakan pidato terakhirnya pada pembukaan Sidang Umum ...

23 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya
Palestina Terkini

Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memimpin ratusan pemukim Israel memasuki kompleks M...

22 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Reruntuhan Gaza Masih Menyimpan Korban, 831 Jenazah Telah Ditemukan
Palestina Terkini

Reruntuhan Gaza Masih Menyimpan Korban, 831 Jenazah Telah Ditemukan

Sebanyak 831 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan di Jalur Gaza sejak gencatan senjata berl...

21 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya