Komisi Penyelidik PBB Paparkan Pelanggaran Berat terhadap Anak-Anak Palestina
24 Jun 2026
0 Suka
Komisi Penyelidik Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyoroti dampak konflik terhadap warga sipil Palestina, terutama anak-anak, dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026). Ketua komisi, ahli hukum asal India Srinivasan Muralidhar, menyampaikan temuan penyelidikan yang menyimpulkan adanya dugaan pelanggaran berat terhadap hukum internasional di Jalur Gaza serta Tepi Barat yang diduduki.
Dalam pemaparannya di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Muralidhar menyatakan bahwa komisi menemukan bukti yang dinilai menunjukkan anak-anak Palestina menjadi sasaran serangan dalam pola yang disebut memiliki intensitas tinggi dan bersifat sistematis.
Berdasarkan temuan tersebut, komisi menyatakan terdapat dugaan terjadinya genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Jalur Gaza, serta dugaan kejahatan perang di Tepi Barat yang diduduki. Data ini merupakan kesimpulan resmi komisi penyelidik PBB dan masih berada dalam kerangka temuan investigatif internasional.
“Temuan kami menunjukkan adanya pola yang sangat mengkhawatirkan terhadap anak-anak Palestina dan penduduk sipil,” ujar Srinivasan Muralidhar.
Komisi Penyelidik Independen PBB dibentuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia pada 2021 dengan mandat menyelidiki dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki serta Israel. Laporan terbaru tersebut disusun berdasarkan dokumentasi lapangan, keterangan saksi, citra satelit, dokumen resmi, dan berbagai bukti yang dihimpun selama proses penyelidikan.
Sejumlah badan PBB, termasuk UNICEF dan Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR), sebelumnya juga melaporkan tingginya jumlah anak yang menjadi korban konflik di Gaza sejak eskalasi perang pada Oktober 2023. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memperingatkan memburuknya kondisi layanan kesehatan, termasuk bagi anak-anak yang mengalami luka maupun kekurangan gizi.
Di tengah krisis tersebut, berbagai lembaga kemanusiaan berupaya membantu masyarakat sipil. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gaza (MBG) yang digulirkan Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI). Program ini menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, keluarga pengungsi, perempuan, dan kelompok rentan yang terdampak krisis pangan di Gaza. Anda dapat mendukung inisiatif melalui tuatan ini https://www.alqudsvolunteers.id/program/mbg/
Laporan-laporan dari PBB menunjukkan bahwa jutaan warga Gaza masih bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dalam situasi seperti ini, dukungan terhadap program kemanusiaan, termasuk MBG, menjadi salah satu cara konkret untuk membantu menjaga akses masyarakat terhadap makanan bergizi di tengah keterbatasan yang masih berlangsung. (nun/avi)