Badan PBB Peringatkan Memburuknya Kondisi Perempuan dan Anak Perempuan Palestina
21 Jun 2026
0 Suka
Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Population Fund (UNFPA) memperingatkan bahwa kondisi perempuan dan anak perempuan Palestina di Gaza serta Tepi Barat terus memburuk akibat krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan reproduksi, perlindungan sosial, dan dukungan kesehatan mental bagi kelompok rentan di wilayah Palestina.
Sebagaimana dikutip Gulf Times pada Rabu, 17 Juni 2026, Perwakilan UNFPA untuk Palestina, Nestor Owomuhangi, menyatakan bahwa dampak krisis yang berlangsung tidak hanya memengaruhi kondisi fisik masyarakat, tetapi juga kesehatan psikologis perempuan dan anak perempuan.
“Dampak situasi ini tidak hanya dirasakan pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental perempuan dan anak perempuan,” ujarnya dalam keterangan resminya.
UNFPA melaporkan bahwa pembatasan pergerakan, meningkatnya kekerasan, perpindahan penduduk secara massal, serta keterbatasan pendanaan kemanusiaan telah memperburuk akses terhadap layanan dasar. Banyak perempuan menghadapi kesulitan memperoleh layanan kesehatan ibu dan anak, kebutuhan kebersihan pribadi, serta dukungan psikososial yang memadai.
Data UNFPA menunjukkan bahwa ribuan perempuan hamil di Gaza masih memerlukan layanan kesehatan reproduksi darurat. Di sisi lain, berbagai fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau beroperasi dengan kapasitas terbatas akibat krisis yang berlangsung sejak eskalasi konflik pada Oktober 2023. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan bahwa sebagian besar fasilitas kesehatan di Gaza menghadapi kekurangan obat-obatan, peralatan medis, dan tenaga kesehatan.
Sementara itu, Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mencatat bahwa anak-anak perempuan di wilayah konflik menghadapi risiko yang lebih tinggi terhadap trauma psikologis akibat kehilangan anggota keluarga, perpindahan paksa, dan ketidakpastian masa depan. Berbagai lembaga PBB terus menyerukan peningkatan akses bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan kelompok rentan tersebut.
Di tengah kondisi itu, berbagai inisiatif kemanusiaan terus dijalankan untuk membantu masyarakat Gaza. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gaza (MBG) yang digulirkan Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI). Program ini menyediakan makanan bergizi bagi keluarga pengungsi, perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan yang terdampak krisis pangan di Gaza.
Krisis kemanusiaan di Palestina tidak hanya menyangkut kebutuhan pangan dan kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan perempuan dan anak. Dukungan terhadap program-program kemanusiaan, termasuk MBG, menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu rakyat Palestina keluar dari ancaman kelaparan, krisis kesehatan, dan berbagai dampak kemanusiaan yang masih berlangsung hingga saat ini. (nun/avi)