Sebanyak 444 Anak dan Perempuan Palestina Rayakan Idul Adha di Penjara Israel
27 May 2026
0 Suka
Sedikitnya 360 anak dan 84 perempuan Palestina harus menjalani perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5/2026) di dalam penjara-penjara Israel, jauh dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka. Data tersebut menempatkan anak-anak dan perempuan itu sebagai bagian dari sekitar 9.400 warga Palestina yang saat ini berada dalam tahanan Israel.
Lembaga urusan tahanan Palestina dan organisasi pembela hak-hak tahanan melaporkan bahwa para tahanan memasuki momentum Idul Adha dalam kondisi yang berbeda jauh dari suasana hari raya yang biasanya identik dengan kebersamaan keluarga, silaturahmi, dan pelaksanaan ibadah bersama. Sebagian besar dari mereka menjalani penahanan di berbagai fasilitas penjara Israel, termasuk Penjara Damon, Ofer, Megiddo, dan Nafha.
Dalam pernyataan bersama yang dipublikasikan menjelang Idul Adha, lembaga tahanan Palestina menyebut, “Sebanyak 360 anak dan 84 perempuan Palestina menghabiskan hari raya di balik jeruji penjara, terpisah dari keluarga mereka dan kehilangan kesempatan merayakan Idul Adha bersama orang-orang tercinta.” Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan data terbaru mengenai jumlah tahanan Palestina yang masih berada dalam penahanan Israel.
Menurut data yang dirilis oleh Palestinian Prisoners Society dan Commission of Detainees and Ex-Detainees Affairs, jumlah tahanan Palestina terus menjadi perhatian organisasi hak asasi manusia internasional. Di antara mereka terdapat anak-anak, perempuan, tahanan administratif tanpa dakwaan formal, serta tahanan yang memerlukan perawatan medis khusus.
Laporan terbaru dari Addameer Prisoner Support and Human Rights Association menyebut sejumlah tahanan menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan, kunjungan keluarga, serta kebutuhan dasar selama masa penahanan. Organisasi tersebut juga menyoroti kondisi anak-anak dan perempuan yang membutuhkan perlindungan khusus sesuai standar hukum internasional.
Sementara itu, United Nations Children's Fund berulang kali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dalam situasi konflik dan penahanan. Dalam salah satu pernyataannya, UNICEF menyebut, “Setiap anak berhak memperoleh perlindungan, martabat, dan perlakuan yang sesuai dengan hak-hak mereka.”
Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB juga terus menyerukan agar seluruh pihak menghormati hak-hak tahanan sesuai ketentuan hukum internasional, termasuk akses terhadap layanan kesehatan, kontak dengan keluarga, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dalam tahanan.
Bagi ratusan anak dan perempuan Palestina yang berada di balik jeruji, Hari Raya Idul Adha tahun ini berlangsung jauh dari rumah, keluarga, dan suasana perayaan yang biasanya menyertai salah satu hari besar umat Islam tersebut. (nun/avi)