Palestina Terkini
Di Tengah Inisiatif Damai, Warga Sipil Gaza Kembali Menjadi Korban
04 Feb 2026
0 Suka
Seorang kerabat Samer al-Atbash mempertanyakan makna kesepakatan damai yang tengah berlangsung serta forum perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam keterangannya kepada Agence France-Presse (AFP), ia menyebut bahwa realitas di lapangan tidak mencerminkan adanya perlindungan bagi warga sipil, meskipun berbagai inisiatif diplomatik diumumkan di tingkat internasional.
Pada Sabtu (31/1/2026), serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza. Serangan tersebut menghantam kamp pengungsian di Al-Mawasi, Khan Younis, sebuah apartemen di Gaza City, serta sejumlah fasilitas sipil lainnya.
Menurut laporan Reuters, sedikitnya 32 warga Palestina tewas, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak. Badan pertahanan sipil Gaza menyatakan jumlah korban meningkat sejak pagi hari, seiring berlanjutnya evakuasi dari lokasi serangan.
Juru bicara pertahanan sipil, Mahmud Bassal, menyebutkan bahwa apartemen hunian, tenda pengungsi, tempat penampungan, dan kantor polisi termasuk sasaran serangan. Kesaksian warga menggambarkan dampak langsung terhadap keluarga sipil. Samer al-Atbash mengatakan kepada AFP bahwa tiga anak perempuan dari keluarganya meninggal saat tidur dan jasad mereka ditemukan di jalan.
Otoritas kesehatan Palestina menyatakan serangan tersebut mengenai area sipil dan menyebut malam itu sebagai salah satu periode paling mematikan sejak gencatan senjata Oktober lalu. Israel dan Hamas saling menuduh melanggar perjanjian yang disepakati.
Serangan ini terjadi tidak lama setelah Amerika Serikat mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian, sebuah inisiatif yang dipromosikan oleh Presiden Donald Trump untuk menstabilkan Gaza. Dewan tersebut melibatkan sejumlah tokoh internasional, termasuk Marco Rubio, Steve Witkoff, Jared Kushner, Tony Blair, Ajay Banga, dan Robert Gabriel, serta disebut melibatkan 26 negara.
Sejumlah analis dari Australian National University dan Hamad Bin Khalifa University menyoroti tantangan serius dalam desain inisiatif tersebut, terutama terkait pelucutan senjata dan kejelasan peran aktor Palestina. Sementara itu, Amnesty International kembali menyatakan keprihatinan atas dampak operasi militer terhadap warga sipil, tuduhan yang dibantah Israel.
Di tengah pembentukan forum perdamaian dan pernyataan diplomatik, serangan terbaru kembali menempatkan warga sipil Gaza pada pusat krisis, sekaligus mempertajam pertanyaan tentang efektivitas upaya damai yang sedang dijalankan. (nun/avi)