Hubungi Kami
Palestina Terkini

Serangan Udara Kembali Menghantam Gaza, Anak dan Perempuan Jadi Korban

02 Feb 2026 0 Suka
Serangan Udara Kembali Menghantam Gaza, Anak dan Perempuan Jadi Korban
Pejabat di rumah sakit Shifa di Kota Gaza menyatakan bahwa serangan udara di kota tersebut menghantam sebuah apartemen tempat tinggal dan menewaskan tiga anak serta dua perempuan. Keterangan ini menempatkan korban sipil sebagai gambaran awal dari gelombang serangan udara terbaru yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza. Gelombang serangan tersebut, sebagaimana dilaporkan BBC pada Minggu (1/2/2026), menyebabkan sedikitnya 32 orang meninggal dunia. Badan pertahanan sipil yang dioperasikan oleh Hamas menyebutkan bahwa anak-anak dan perempuan termasuk di antara korban tewas akibat serangan yang terjadi pada Sabtu (31/1). Disebutkan pula bahwa helikopter tempur menghantam tenda yang menampung pengungsi di Khan Younis, Gaza bagian selatan. Warga Palestina menggambarkan rangkaian serangan ini sebagai yang terberat sejak fase kedua gencatan senjata mulai berlaku. Fase tersebut diumumkan mulai berjalan awal Januari 2026, menyusul kesepakatan gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025. Militer Israel mengonfirmasi serangan-serangan itu sebagai respons atas dugaan pelanggaran yang dilakukan Hamas sehari sebelumnya. Dalam pernyataan resmi, Pasukan Pertahanan Israel menyebut delapan orang yang mereka identifikasi sebagai militan keluar dari infrastruktur bawah tanah di Rafah timur. Israel juga menyatakan, bersama Badan Keamanan Israel, telah menyerang sejumlah target lain, termasuk lokasi penyimpanan senjata dan titik peluncuran di Gaza tengah. Hamas mengecam serangan tersebut dan menyerukan keterlibatan Amerika Serikat. Kelompok itu menyebut tujuh korban berasal dari satu keluarga pengungsi di Khan Younis. Seorang paman korban, Samer al-Atbash, mengatakan kepada Reuters bahwa anak-anak yang tewas tidak terlibat dalam pertempuran apa pun. Rekaman dari berbagai wilayah Gaza memperlihatkan jenazah diangkat dari reruntuhan bangunan yang hancur. Serangan terjadi menjelang pembukaan kembali penyeberangan Rafah dengan Mesir. Kementerian Luar Negeri Mesir dan Qatar, sebagai mediator, menyampaikan kecaman dan menyerukan penahanan diri. Israel melancarkan operasi militernya di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Hingga kini, lebih dari 71.660 warga Gaza dilaporkan tewas, termasuk sedikitnya 509 orang sejak gencatan senjata dimulai pada Oktober 2025. Data korban dari kementerian kesehatan Gaza secara luas digunakan oleh PBB dan organisasi hak asasi manusia internasional. (nun/avi)

Berita Terkait

Kelaparan di Gaza Desak Dukungan di Tengah Krisis Pangan dan Pengungsian
Palestina Terkini

Kelaparan di Gaza Desak Dukungan di Tengah Krisis Pangan dan Pengungsian

Direktur Gaza untuk organisasi bantuan medis Medical Aid for Palestinians, Fikr Shalltoot, menyataka...

19 Jun 2026
0
Baca Selengkapnya
Gaza hingga Sudan Hadapi Risiko Krisis Ketahanan Pangan yang Lebih Parah
Palestina Terkini

Gaza hingga Sudan Hadapi Risiko Krisis Ketahanan Pangan yang Lebih Parah

Program Pangan Dunia PBB (WFP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dalam laporan terbaru H...

18 Jun 2026
0
Baca Selengkapnya
Palestina Desak Dunia Bertindak Setelah Israel Cabut Perjanjian Hebron 1997
Palestina Terkini

Palestina Desak Dunia Bertindak Setelah Israel Cabut Perjanjian Hebron 1997

Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, menyerukan tindakan nyata dari komunitas in...

17 Jun 2026
0
Baca Selengkapnya