Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Serangan Pemukim Ilegal Israel di Tepi Barat Semakin Menyerupai Pogrom

05 Sep 2026 0 Suka
Serangan Pemukim Ilegal Israel di Tepi Barat Semakin Menyerupai Pogrom

Serangan pemukim ilegal Israel terhadap rumah, bisnis, dan lahan pertanian Palestina telah berlangsung lama di Tepi Barat yang diduduki, kerap dengan dukungan tentara Israel. Setelah gempuran brutal Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023, serangan tersebut semakin meningkat dan dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan menjadi semakin brutal. Sejumlah ahli mengatakan pola kekerasannya semakin sesuai dengan definisi pogrom.

Gambaran itu terlihat di sekitar Arraba, wilayah pertanian di Tepi Barat bagian utara. Dalam beberapa hari terakhir awal September ini, pohon-pohon zaitun ditebang, bangunan dihancurkan, dan lahan pertanian diratakan. Warga juga melaporkan serangan pemukim terhadap lahan dan ternak pada malam hari.

Kamal al-Uraidi, warga Arraba, mengatakan kerusakan membentang beberapa kilometer di sepanjang jalan Arraba-Ya'bad. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari rencana pemukiman yang mencakup penyitaan lahan, pencabutan pohon, dan pengusiran warga. 

“Sebentar lagi, tidak akan ada yang tersisa,” katanya, seperti dikutip dari Aljazeera, Sabtu (5/9/2026).

Tekanan terhadap Arraba meningkat setelah militer Israel mengumumkan pendudukan kembali kamp militer di sebelah timur kota pada Maret. Dua bulan kemudian, proses pendirian pemukiman Emek Dotan dimulai di atas 220 dunam lahan Arraba. 

Kafilah dan buldoser datang dengan pengawalan militer, sebelum pemukiman itu diresmikan pada 9 Agustus dalam upacara yang dihadiri sejumlah menteri Israel. Menurut Wali Kota Arraba Ahmed Arda, serangan pemukim dari lokasi tersebut dimulai pada hari yang sama.

Sekitar 1.500 dunam lahan pertanian di sebelah barat Arraba disebut tidak dapat diakses warga setelah Oktober 2023. Belakangan, tambahan 2.800 dunam menjadi tidak dapat diakses akibat serangan pemukim atau perintah zona militer tertutup. Sebanyak 223 dunam lainnya telah diratakan, sementara 54 pemberitahuan pembongkaran menunggu pelaksanaan.

Pemukim Hancurkan Pohon Zaitun Warga

Kekerasan juga menghantam kebun warga. Pada 1 September, Naim al-Sha'er kehilangan 400 pohon ara setelah pagar lahannya dipotong pemukim pada malam hari. Keluarga al-Fari kehilangan seluruh 150 pohon zaitunnya, sementara 300 pohon milik tetangga turut dihancurkan.

Arraba merupakan kawasan pertanian produktif dengan 33.000 dunam lahan garapan. Sekitar 70 persen dari 13.000 penduduknya bergantung pada pertanian. Selain lahan, 13 fasilitas pertanian, komersial, dan industri telah dihancurkan, sementara sekitar seperempat rumah kaca rusak, hancur, atau tidak dapat diakses.

Dror Etkes dari Kerem Navot mengatakan pola tersebut merupakan penerapan model yang juga digunakan di wilayah lain. Menurutnya, perluasan permukiman disertai kehadiran militer, Shin Bet, polisi, serta pembongkaran. Ia menilai perkembangan terbaru sangat menonjol karena telah menjangkau Area A, yang secara teknis berada di bawah kendali Otoritas Palestina.

Permukiman dan pos terdepan Israel di Tepi Barat dinyatakan ilegal menurut hukum internasional. Sementara itu, warga Arraba kini menghadapi penyusutan akses terhadap lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka, bersamaan dengan meningkatnya serangan pemukim yang menurut para ahli semakin menyerupai pola pogrom. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Serangan Israel Masih Terus Berlanjut di Gaza, Pasutri Gugur dan Warga Sipil Terluka
Palestina Terkini

Serangan Israel Masih Terus Berlanjut di Gaza, Pasutri Gugur dan Warga Sipil Terluka

Pasangan suami istri Palestina gugur dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di bag...

21 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya
Pilunya Hati Para Ibu Palestina, Warga Gaza Seharusnya Tidak Mengemis untuk Makanan
Palestina Terkini

Pilunya Hati Para Ibu Palestina, Warga Gaza Seharusnya Tidak Mengemis untuk Makanan

Krisis pangan di Gaza membuat Randa al-War, seorang ibu pengungsi dengan tiga anak, khawatir keluarg...

20 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya
Di Forum OKI, Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan dan Penghentian Permukiman Ilegal
Palestina Terkini

Di Forum OKI, Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan dan Penghentian Permukiman Ilegal

Indonesia mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memperkuat dukungan nyata bagi rakyat Palestin...

19 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya