Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Puluhan Delegasi Berteriak dan Mencemooh Saat Netanyahu Mulai Berpidato di PBB

25 Sep 2026 0 Suka
Puluhan Delegasi Berteriak dan Mencemooh Saat Netanyahu Mulai Berpidato di PBB

Suasana di aula Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berubah ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu naik ke podium untuk menyampaikan pidatonya dalam sesi ke-80 Majelis Umum pada Kamis, 24 September 2026 waktu setempat. 

Pidato pemimpin "negara" zionis tersebut diwarnai oleh aksi walk out (meninggalkan ruangan) secara massal oleh para delegasi dari 77 negara, termasuk Delegasi Indonesia sebagai bentuk protes terhadap tindakan Israel.

Sejumlah hadirin meninggalkan tempat duduk, sementara sebagian lainnya terdengar berteriak dan mencemooh ketika Netanyahu mulai berbicara.

Rekaman dari dalam ruang sidang memperlihatkan puluhan delegasi dan perwakilan berjalan keluar sebelum pidato Netanyahu dimulai. Sebagian delegasi lainnya tetap berada di tempat masing-masing ketika perdana menteri Israel tersebut menyampaikan pidatonya.

Aksi walkout dan reaksi keras dari sejumlah hadirin berlangsung dalam situasi ketika kebijakan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki menghadapi kritik internasional. Perang di Gaza serta kebijakan Israel terhadap wilayah Palestina menjadi salah satu isu yang terus mendapat perhatian dalam forum diplomatik internasional.

Sebelum Netanyahu berpidato, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam pidato pembukaan Sidang Majelis Umum ke-81 memperingatkan bahwa kekerasan, pengusiran warga, dan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki merusak prospek perdamaian dan meningkatkan risiko pembersihan etnis.

"Kita tidak boleh membiarkan solusi dua negara menghilang di depan mata kita," kata Guterres. Ia juga menyebut situasi di wilayah Palestina yang diduduki tidak boleh diabaikan di tengah gejolak yang lebih luas di Timur Tengah.

Guterres mengatakan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 merupakan tindakan mengerikan, tetapi setelah itu terjadi gempuran terhadap warga Palestina di Gaza dengan skala pembunuhan dan kehancuran yang menurutnya belum pernah ia saksikan selama bertahun-tahun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Ia turut mengingatkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dari Mahkamah Internasional dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Gaza. Menurutnya, semua pihak harus mematuhi hukum internasional dan perintah pengadilan, sementara PBB serta personel kemanusiaannya harus dapat menjalankan mandat dan memperoleh perlindungan di Gaza.

Guterres juga menyerukan penghentian pertempuran, kelancaran bantuan kemanusiaan, serta pemulihan hak dan kebebasan navigasi sesuai hukum internasional. Dalam konteks tersebut, aksi walkout, teriakan, dan cemoohan saat Netanyahu memulai pidatonya menjadi bagian dari suasana diplomatik yang diwarnai penolakan terhadap kebijakan Israel dalam konflik Gaza dan Tepi Barat. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Data UNCTAD PBB Sebut Akses Warga Palestina terhadap Lahan Terus Menyusut
Palestina Terkini

Data UNCTAD PBB Sebut Akses Warga Palestina terhadap Lahan Terus Menyusut

Akses warga Palestina terhadap lahan dan sumber daya alam di Tepi Barat terus berkurang di tengah pe...

24 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Pidato Terakhir Guterres di Majelis Umum PBB Tegaskan Penghancuran Palestina Tak Boleh Diabaikan
Palestina Terkini

Pidato Terakhir Guterres di Majelis Umum PBB Tegaskan Penghancuran Palestina Tak Boleh Diabaikan

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menggunakan pidato terakhirnya pada pembukaan Sidang Umum ...

23 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya
Palestina Terkini

Itamar Ben-Gvir Pimpin Penyerbuan Al-Aqsa, 458 Pemukim Masuk Sehari Berikutnya

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memimpin ratusan pemukim Israel memasuki kompleks M...

22 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya