Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Pilunya Hati Para Ibu Palestina, Warga Gaza Seharusnya Tidak Mengemis untuk Makanan

20 Oct 2026 0 Suka
Pilunya Hati Para Ibu Palestina, Warga Gaza Seharusnya Tidak Mengemis untuk Makanan

Krisis pangan di Gaza membuat Randa al-War, seorang ibu pengungsi dengan tiga anak, khawatir keluarganya kembali menghadapi kelaparan. Bergantung sepenuhnya pada bantuan Program Pangan Dunia (WFP), perempuan asal Shujayea, Kota Gaza, itu mengatakan keluarganya tidak seharusnya mengemis untuk memperoleh roti, tepung, dan kebutuhan pokok yang diperlukan untuk bertahan hidup.

“Kami ingin hidup seperti orang-orang di seluruh dunia. Kami tidak ingin mengemis untuk hal-hal ini. Hal-hal ini seharusnya tersedia bagi kami tanpa harus meminta,” kata al-War seperti dikutip media ini dari Aljazeera pada Senin (19/10/2026).

Al-War kini tinggal di kamp Sarsour, Deir el-Balah, Gaza tengah. Ia mengatakan keluarganya tidak menerima bantuan dari organisasi lain. Paket makanan WFP yang biasanya datang setiap dua atau tiga bulan, berisi tepung dan minyak goreng, hanya mencukupi kebutuhan sekitar satu bulan.

“Kami bisa melewati hari jika paket makanan datang. Jika datang, anak-anak makan. Jika tidak, tidak ada makanan,” ujarnya.

Kecemasan al-War bertambah setelah WFP mengumumkan pengurangan bantuan akibat kekurangan dana. Pada Senin, lembaga itu menyatakan jumlah penerima bantuan pangan bulanan di Gaza akan dipangkas dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang. 

Sekitar 500.000 orang terancam tidak lagi menerima bantuan. Jatah makanan bagi keluarga penerima juga dikurangi separuh, dari dua paket menjadi satu paket, disertai sekantong kecil tepung terigu.

Jumlah makanan hangat yang disediakan setiap hari akan turun dari 250.000 menjadi 150.000 porsi. Bantuan tunai juga dikurangi untuk 75.000 keluarga. WFP menegaskan pengurangan tersebut berkaitan dengan pendanaan, bukan berkurangnya kebutuhan kemanusiaan.

Bagi al-War dan keluarganya, membeli makanan di pasar bukan pilihan. Ia tidak dapat bekerja, sementara suaminya juga tidak mampu bekerja karena cedera dan masalah kesehatan. “Saya tidak bisa bekerja, dan suami saya juga tidak bisa bekerja. Kami hanya hidup dari Program Pangan Dunia dan paket makanan,” katanya.

Krisis bantuan berlangsung bersamaan dengan penutupan perbatasan dan penghentian pengiriman bantuan ke Gaza selama enam hari berturut-turut. Bahan makanan pokok seperti telur, tepung, dan bawang semakin sulit ditemukan. Harga seikat roti naik dari 5 menjadi 12 shekel, sedangkan harga telur melonjak sekitar 300 persen dalam sepekan. Sayuran dan buah-buahan juga semakin langka.

Rami al-Zayigh, pakar ekonomi yang berbasis di Gaza, mengatakan penutupan perbatasan membatasi pasokan barang dan mendorong kenaikan harga. Menurutnya, stok makanan di Gaza diperkirakan hanya cukup untuk sekitar dua minggu, berdasarkan laporan resmi setempat.

Dukungan Bantuan Pangan Siap Saji

Kantor Media Pemerintah Gaza memperingatkan pengurangan bantuan dapat memperburuk kerawanan pangan ratusan ribu warga Palestina. Mereka mendesak PBB dan komunitas internasional menyediakan pendanaan, serta meminta semua perbatasan dibuka agar pasokan kemanusiaan dapat masuk tanpa gangguan.

Bagi al-War, ancaman kelaparan bukan sekadar angka dalam laporan bantuan. Ia adalah ketakutan seorang ibu yang tidak tahu apakah anak-anaknya akan makan esok hari.

“Kita adalah manusia. Kita ingin hidup, makan, dan minum. Kita menginginkan kehidupan yang bermartabat,” katanya.

Dalam situasi tersebut, dukungan terhadap program bantuan pangan menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat diwujudkan bersama. Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI) menjalankan program Makan Bergizi Gaza (MBG), yang menyalurkan bantuan pangan siap saji bagi rakyat Palestina di Gaza. 

Program MBG ini telah berjalan dengan menyasar keluarga-keluarga Palestina yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan makanan, seperti keluarga Randa al-War.

Meski belum mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan, AVI berkomitmen terus menguatkan program MBG dengan dukungan berbagai pihak, baik individu maupun mitra di dalam dan luar negeri. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan bantuan bagi keluarga yang kesulitan memperoleh makanan sehari-hari. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Di Forum OKI, Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan dan Penghentian Permukiman Ilegal
Palestina Terkini

Di Forum OKI, Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan dan Penghentian Permukiman Ilegal

Indonesia mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memperkuat dukungan nyata bagi rakyat Palestin...

19 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya
Siasat Licik Israel, Penolakan Rabi atas Fatwa Dov Lior Dinilai Bermuatan Politik
Palestina Terkini

Siasat Licik Israel, Penolakan Rabi atas Fatwa Dov Lior Dinilai Bermuatan Politik

Penolakan sejumlah rabi Israel terhadap seruan Dov Lior yang membenarkan pengambilan buah zaitun mil...

18 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya
Serangan terhadap Petani Palestina, Kekerasan yang Merampas Penghidupan dan Hak atas Tanah
Palestina Terkini

Serangan terhadap Petani Palestina, Kekerasan yang Merampas Penghidupan dan Hak atas Tanah

Serangan pemukim Israel terhadap petani Palestina yang sedang memanen zaitun di Tepi Barat pada 16 O...

17 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya