Pemulihan Anak Gaza Tak Cukup dengan Bantuan Kebutuhan Dasar
Pemulihan anak-anak Gaza tidak cukup dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan. Dukungan emosional dan psikososial juga diperlukan untuk membantu mereka mengatasi trauma, memulihkan rasa aman, serta membangun kembali harapan di tengah situasi kemanusiaan yang berkepanjangan.
Wakil Direktur Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI), Rahma Hidayani, menyampaikan hal tersebut belum lama ini pada laman LinkedIn miliknya yang dikutip pada Senin (26/10/2026). Menurutnya, perhatian terhadap kondisi psikologis anak perlu menjadi bagian integral dari upaya kemanusiaan bagi masyarakat Gaza.
Anak-anak di wilayah tersebut menghadapi kehilangan berlapis, mulai dari tempat tinggal, sekolah, hingga anggota keluarga. Situasi itu juga mengganggu rasa aman yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Dampaknya dapat terlihat melalui kecemasan, ketakutan berlebihan, gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, hingga menurunnya minat untuk bermain dan belajar.
Berdasarkan pengalaman pendampingan program kemanusiaan AVI bagi anak-anak Gaza, Rahma menilai bahwa pemulihan psikologis perlu berjalan beriringan dengan bantuan kebutuhan dasar.
“Dukungan emosional dan psikososial sangat penting untuk membantu anak-anak kembali merasa aman, membangun harapan, serta memulihkan kepercayaan terhadap lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyediaan ruang aman, aktivitas belajar yang positif, dan pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam membantu anak menghadapi tekanan yang dialami. Tanpa dukungan yang memadai, dampak psikologis dari pengalaman traumatis berpotensi bertahan meskipun situasi konflik mereda.
Karena itu, pendekatan kemanusiaan perlu memperhatikan kebutuhan anak secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, emosional, dan sosial. Pemenuhan kebutuhan tersebut diharapkan dapat membantu mereka kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan menumbuhkan keyakinan terhadap masa depan.
“Bagi seorang anak, terkadang hal yang paling dibutuhkan bukan hanya makanan untuk hari ini, tetapi juga alasan untuk tetap berharap pada hari esok,” demikian Rahma. (nun/avi)