Investigasi Ungkap Palestina Jadi Sasaran Utama Jaringan Pengawasan Digital Israel
Palestina muncul sebagai wilayah yang paling banyak menjadi target dalam operasi pengawasan digital yang diduga memanfaatkan jaringan iklan komersial. Investigasi bersama Citizen Lab, lembaga pengawas siber Kanada, dan Confiant, perusahaan keamanan periklanan berbasis di New York, mengungkap dugaan penyalahgunaan infrastruktur iklan oleh perusahaan Israel Discover-Tech untuk mengumpulkan data pribadi dan mengirimkan spyware ke perangkat pengguna di berbagai negara.
Menurut temuan investigasi tersebut, Discover-Tech menayangkan hampir 2 persen dari seluruh iklan digital di Palestina. Angka itu melonjak hingga sekitar 10 persen pada 7 April, dengan satu dari setiap 36 iklan Android di wilayah tersebut berasal dari perusahaan itu. Para peneliti menilai pola lalu lintas tersebut mengindikasikan operasi yang melampaui aktivitas periklanan komersial biasa.
Confiant menjelaskan bahwa jaringan tersebut diduga mengubah sistem periklanan menjadi sarana persiapan serangan siber, penentuan target, dan pengiriman perangkat lunak berbahaya.
“Temuan utamanya adalah penggunaan infrastruktur iklan sebagai senjata untuk persiapan serangan tingkat lanjut, penargetan awal, dan pengiriman muatan, yang dicirikan oleh kecanggihan teknis yang luar biasa, langkah-langkah anti-penyadapan yang kuat, dan penargetan mikro yang tepat sasaran,” kata Confiant dalam laporan investigasinya seperti dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu, pada Kamis (15/10/2026).
Sistem Discover-Tech bernama Controlium diduga mengolah data dari ekosistem iklan digital untuk membangun profil identitas pengguna. Setelah menganalisis 4 miliar catatan penawaran iklan, peneliti menemukan distribusi iklan perusahaan tersebut di hampir 200.000 situs web dan aplikasi seluler Android serta iOS di puluhan negara selama empat bulan.
Confiant memperkirakan Discover-Tech menayangkan sekitar 10 juta impresi iklan setiap hari. Data yang dikumpulkan mencakup sidik jari perangkat, alamat IP, ID iklan, serta informasi lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengguna. Investigasi juga menemukan pengumpulan cookie sesi dan token login terautentikasi.
Dampaknya disebut menjangkau target sensitif, termasuk perangkat staf jaringan berita internasional Al Jazeera. Iklan yang dieksploitasi dapat bekerja tanpa pop-up atau tautan mencurigakan. Citizen Lab menyebut temuan ini sebagai konfirmasi teknis publik pertama spyware komersial tanpa klik yang dikirim melalui iklan daring, dengan metode yang dijuluki “AdFection”.
Investigasi turut mengaitkan infrastruktur tersebut dengan Candiru, perusahaan spyware Israel yang masuk daftar hitam Amerika Serikat dan berganti nama menjadi Integrity Labs, serta vendor pengawasan Intelos. Setelah temuan dipublikasikan, Google, IAB Europe, Beeswax, Vungle, dan Eskimi memutus akses Discover-Tech ke sistem periklanan mereka. (nun/avi)